Zona Humaniora

Sejarah Kain Timor di Kota Sorong, Papua Barat

Zona Damai: Penduduk Kota Sorong di Provinsi Papua Barat  didominasi suku Maybrat dan sebagian lagi suku Tehit. Mata pencaharian mereka adalah berkebun, dan beternak secara sederhana. Sebagian lagi berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).Kedua suku ini dikenal berkarakter pekerja keras.

Wilayah Sorong dan sekitarnya, sedianya akan dimekarkan dari Provinsi Papua Barat menjadi Provinsi Papua Barat Daya yang meliputi enam Kabupaten yaitu Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan, Tambraw dan Maybrat.

Kota Sorong adalah satu-satunya kota di Tanah Papua yang sebagian penduduk aslinya memiliki keterampilan tenun ikat. Ketika masyarakat di sebagian besar Papua mengenakan koteka, rumbai dan awur, masyarakat Sorong justru telah mengenakan sarung hasil tenunan sendiri. Mereka menyebut sarung tenunan itu dengan sebutan Kain Timor.

 

 

Foto : Yosafat Kambu (memakai baju motif tenun ikat Timor), adalah juru bicara Panitia Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta (17/1/2012).

 

Ternyata, kain Timor sudah diperkenalkan kepada masyarakat Sorong sekitar tahun 1700-an, yang dibawa oleh  para misionaris dan guru dari Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).Para guru dan misionaris pendatang dari Timor waktu  itu memperkenalkan kain Timor sekaligus melatih dan mendidik putra-putri setempat menenun kain Timor.

 

Banyak perempuan Sorong mengenakan sarung Timor terutama pada peserta-peserta adat di dalam kota, layaknya seperti masyarakat di pulau Timor. Sarung Timor telah menjadi mas kawin paling bergengsi dan paling mahal di Sorong. Jika sebuah keluarga memiliki semakin banyak kain Timor, status sosial mereka pun semakin tinggi, apalagi kain Timor yang dimiliki itu adalah kain Timor warisan generasi tahun 1700-an.

Suku Moidan Pulau Kelalawar

Sorong wilayah timur dihuni oleh warga dari Suku Moi.  Mayoritas mereka mendiami Pulau Um, sebuah pulau tak jauh dari Kampung Makbon. Pulau Um juga dikenal sebagai Pulau Kelelawar karena merupakan habitat ribuan kelelawar.

Salah satu yang unik dari Suku Moi adalah tradisi membuat mentato tubuh. Hari Suroto, peneliti di Balai Arkeologi Jayapura mengatakan, Suku Moi atau Malamoi punya tradisi menghias tubuh dengan tato bermotif khas, yang diperkenalkan oleh penutur Austronesia dari Asia Tenggara yang bermigrasi ke wilayah Sorong, Papua Barat, pada jaman neolitik.

Anak Suku Moi.

Sejumlah anak suku Moi, Papua, mempersiapakan dirinya sebelum menampilkan tarian khas suku mereka di Sororng, Papua Barat, Rabu (23/1/2013). Suku Moi merupakan satu dari empat suku yakni Maibrat, Tehit dan Inanwatan yang merupakan penduduk asli Sorong. (FOTO ANTARA)

Tradisi ini memang sudah mulai luntur. Hanya generasi tua Suku Moi yang masih mentato tubuhnya, sedangkan generasi mudanya sudah tidak bertato lagi.

“Mungkin juga karena perkembangan jaman ataupun norma dan etika pekerjaan yang ada saat ini,” kata alumnus Universitas Udayana Bali itu.

Ia menjelaskan, motif tato suku Moi ini berupa motif geometris atau garis-garis melingkar serta titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal yang dibariskan. Mereka membuat tato dengan mencelupkan duri pohon sagu atau tulang ikan ke campuran arang halus (yak kibi) dan getah pohon langsat (loum), lalu menusukkannya ke bagian tubuh seperti dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung.

“Desain tato disesuaikan dengan luas sempit bagian tubuh yang hendak ditato, misalnya tato di hidung akan mengikuti bentuk hidung,” katanya.

Menurut Hari, tradisi tato Suku Moi perlu dilestarikan. “Pelestarian tradisi suku Moi bisa dilakukan dengan melakukan penelitian dan pendokumentasian, dan mewariskannya ke generasi muda,” katanya.

(Dari berbagai sumber)

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s