Zona Berita

Riwayat Perjalanan Daniel Kogoya Kembali ke Pangkuan NKRI

Daniel Kogoya (kiri) dan Pangdam Cenderawasih di kantor distrik Muara Tami wilayah kota Jayapura. Foto: Tabolid Jubi

Daniel Kogoya (kiri) dan Pangdam Cenderawasih di kantor distrik Muara Tami wilayah kota Jayapura. Foto: Tabolid Jubi

Jayapura-Zona Damai: Dani Kogoya merupakan salah satu tokoh sentral Tentara Perjuangan Nasional Organisasi Papua Merdeka Papua Barat (TPN OPM PB),  dengan  jabatan terakhir  Kepala Staf TPN OPM PB. Siapapun pasti tahu betapa sulitnya mendekati dan mengajak para tokoh sentral Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk diajak kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sama halnya dengan Kepala Staf Tentara Perjuangan Nasional Organisasi Papua Merdeka Papua Barat (TPN OPM PB), Daniel Kogoya. Berbagai rintangan dan tantangan menghadang, begitupun nyawa bisa saja menjadi taruhannya, namun tekad Kopka Paus Kogoya agar saudara-saudaranya yakni, Daniel Kogoya dan pengikutnya dapat hidup dengan aman, damai, dan tidak hidup dalam pengejaran aparat keamanan, karena dinilai separatis.

Nah bagaimana Daniel Kogoya bisa didekati dan diajak bergabung ke NKRI oleh Kopka Paus Kogoya anggota Kodim 1702/Jayawijaya? Berikut penuturan Paus Kogoya kepada Bintang Papua di Aula Kantor Distrik Muara Tami, Jumat, (25/1/2013).

Ttiga bulan lalu, Paus Kogoya menghadap Danrem 172/Praja Wira Yakti, Kolonel Yopie Wayangkau, untuk menyampaikan maksudnya hendakmengajak Daniel Kogoya bersama pengikutnya untuk hidup dengan aman, damai dan hidup diberdayakan dalam bingkai NKRI.

“Waktu itu saat ketemu Danrem 172/PWY untuk menyampaikan niat saya sekaligus meminta ijin, dan Danrem menyampaikan silakan, itu niat baik, dan upaya selalu koordinasi dengan dirinya” ungkap Paus.

Paus lalu mulai membangun komunikasi melalui penghubungnya dengan Daniel Kogoya. Sedikit demi sedikit Daniel Kogoya tersentuh hatinya. Daniel Kogoya lalu membuat janji untuk bertemu Paus di perbatasan RI-PNG, tepatnya Wutung, Distrik Muara Tami.

Tiba pada hari yang dijanjikan, Paus berangkat ke perbatasan RI-PNG. Di situlah komunikasi lebih lanjut dibangun. Paus mengajak Daniel Kogoya agar menghentikan segala kekerasan yang dilakukan selama ini, karena rakyat menjadi korban. Lagi pula saat perhatian pemerintah terus secara optimal diberikan kepada rakyat Papua melalui berbagai kebijakan-kebijakan, diantaranya diberlakukannya dana Otsus bagi Tanah Papua.

“Waktu itu saya gunakan mobil taksi ke perbatasan untuk bertemu dengan Daniel Kogoya. Kami bangun komunikasi selama 3 bulan antara saya dan Daniel Kogoya,” tutur Paus.

Sampai pada akhirnya Daniel Kogoya memantapkan niatnya untuk bergabung dengan NKRI. Pada hari yang sudah ditentukan, Paus Kogoya berangkat ke PNG dengan difasilitasi Danrem 172/PWY  menggunakan perahu spead boat. Setiba di PNG, Ia disambut Daniel Kogoya bersama pengikutnya dengan berseragam loreng lengkap beserta dengan senjatanya.

Sewaktu dalam perjalanan ke PNG, Paus juga takut, karena baginya, ini sama saja menyerahkan diri kepada maut, karena selain berhadapan dengan Daniel Kogoya dan pengikutnya, ia juga harus berhadapan dengan aparat keamanan.

Dihadang oleh Tentara PNG

Kekhawatiran itu tejadi juga. Pada saat dirinya dan Daniel Kogoya bersama para pengikutnya hendak kembali ke Muara Tami, dalam perjalanan mereka dihadang oleh dua kapal perang milik aparat keamanan PNG. Rasa takut Paus Kogoya kian bertambah, karena kalau sampai tertangkap berarti tamatlah semua rencananya untuk  membawa kembali Daniel Kogoya dan pengikutnya ke pangkuan NKRI.

Di tengah ketakutan karena kapal perang semakin mendekati perahu mereka, Paus meminta kepada Daniel Kogoya dan pengikutnya untuk bisa berbicara dalam Bahasa Inggris Fiji, atau minimal dalam bahasa Inggris. Daniel Kogoya dengan santai berbicara kepada aparat keamanan PNG dalam Bahasa Inggris Fiji.

Tentara PNG memberi hormat kepada Daniel

Mendengar Bahasa Inggris Fiji yang diucapkan Daniel Kogoya, pihak aparat keamanan PNG mengira bahwa mereka (Daniel Kogoya dan pengikutnya) adalah warga PNG. Para tentara PNG itupun segera pergi meninggalkan mereka setelah mendapatkan sejumlah rokok kretek yang diberikan Daniel. Lebih dari itu, ternyata tentara PNG itu memberi hormat kepada Daniel Kogoya, karena Daniel adalah salah satu tokoh besar yang dikenal di PNG.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya sampai disitu saja, tantangan lainnya adalah semenjak pihaknya mulai berada di perairan laut Indonesia, mereka kehabisan bahan bakar untuk perahu mereka. Setelah berlabuh tiga jam, mereka kemudian ditemukan oleh angkatan laut Indonesia yang sedang patroli, kemdian dibawa ke Jayapura.

“Syukur kami diselamatkan oleh Tuhan, sehingga kami bisa tiba disini dan saudara saya Daniel Kogoya beserta pengikutnya bisa kembali ke kampung halamannya dan hidup sebagaimana dengan saudara-saudara kita yang lainnya untuk membangun tanah Papua,” tutur Paus mengakhiri pembicaraan. [Bintang Papua]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s