Zona Berita

Pangdam Tatap Muka dengan Tokoh Agama Se-Jayapura

Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI Drs. Christian Zebua

Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI Drs. Christian Zebua

JayapuraZona Damai: Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua M.M melakukan tatap muka dengan tokoh-tokoh agama se- Jayapura bertempat di Aula Tony A. Rompis Makodam XVII/Cenderawasih. Hadir juga Kasdam XVII/Cenderawasih dan tokoh agama yang ada di Jayapura, yaitu tokoh Islam Ketua MUI Prov. Papua Drs. H. Zubair Husein, tokoh dari agama Protestan Pdt. Herman Saud, tokoh dari Khatolik Uskup Prov. Papua Romo Pransisskus Sirkem, tokoh agama Hindhu Ketua Harisada Darma Drs. Nyoman Sudah, tokoh agama Budha Ketua Wallubi dr. Gunawan.

Di depan sejumlah tokoh agama, Pangdam menyampaikan beberapa hal. Pertama maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tatap muka ini, untuk memelihara hubungan prajurit Ksatria Pelindung Rakyat sehingga terjalin hubungan yang harmonis, rasa kekeluargaan, kebersamaan dalam rangka mewujudkan ikatan batin yang kuat guna mendukung pelaksanaan pembangunaan di wilayah Papua dan juga meningkatkan kebersamaan membangun komunikasi di antara kita. Terciptanya stabilitas di wilayah bukan hanya keberhasilan TNI/Polri saja, akan tetapi peran serta dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah.

‘Saya sampaikan kepada bapak/ibu sekalian bahwa Kodam melaksanakan tugasnya melalui 3 pendekatan, pertama pendekatan Budaya, kedua pendekatan Agama, dan ketiga pendekatan Kesetaraan, siapapun orang Papua mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk melakukan hal-hal yang positif untuk masyarakat, Bangsa dan Negara guna membangun Papua’, kata Pangdam.

Sambutan dari Ketua MUI mengangkat masalah Bhinneka Tunggal Ika dan Papua Tanah Damai. Bhinneka Tunggal Ika harus tetap di kembangkan, harus diangkat dan harus di tanamkan kepada kita dan generasi kita. Dan juga kita semua menginginkan kedamaian, para tokoh agama sudah sepakat untuk bersama-sama membangun kota damai di Papua ini.

Sementara Ketua PGGP Herman Saud dalam sambutannya  mengatakan: “Orang Papua itu berpikir lain, menulis lain, membaca lain dan bekerja lain, untuk itu saya mengajak kepada semua yang ada di sini untuk merubah, menyatukan yang lain-lain itu, supaya menjadi satu, dalam artian satu piker, satu tulis, satu baca dan satu kerja, semua itu didasari oleh 4 pilar Bangsa yaitu, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI”, tegas Herman.

Dari tokoh Hindhu menyampaikan, bahwa pertemuan ini sangat baik untuk ditingkatkan, karena melalui kegiatan ini kita semua dapat saling kenal, saling menginformasikan sehingga terjalin komunikasi yang baik, saling menghargai dan saling menghormati.

Sambutanterakhir sambutan dari Ketua Walubi, mengatakan bahwa dirinyabekerja di bidang kemanusiaan sejak tahun 1965. Dalam pengatamatannya,  sudah terjadi penyusutan suku-suku asli Papua.

Menutup pertemuan tersebut, Pangdam  berharap dengan pertemuan itu dapat mempererat hubungan antara Kodam dan tokoh-tokoh agama yang ada di Papua dan agar tidak terjadi perbedaan pendapat antara tokoh-tokoh Agama, tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah daerah, sehingga terjalin kerukunan hidup di Bumi Papua. Pangdam tidak menginginkan adanya tetesan darah dalam menyelesaikan permasalahan di Bumi Papua, tetapi  dengan cara pendekatan kekeluargaan. Pangdam meminta para tokoh-tokoh agama dapat memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat demi kemajuan Papua. [Bintang Papua]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s