Zona Editorial

Menanti Kiprah Gubernur Pilihan Rakyat

 

Zona Damai: Mengamati proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua yang sedang memasuki tahap kampanye para kandidat saat ini, secara pribadi saya punya harapan positif. Enam pasangan calon yang sudah bertekad untuk maju pada hari pencoblosan 29 Januari mendatang, memiliki program unggulan yang layak “dijual” kepada publik yang mengikuti kampanyenya.peta pegunungan papua

Sebut saja pasangan Habel Melkias Suwae (HMS) – Yop Kogoya yag didukung PDIP dalam kampanyenya mengusung tema kesejahteraan dan perdamaian bagi seluruh masyarakat Papua. Demi tema yang diusungnya itu, HMS yang selama menjadi Bupati Kabupaten Jayapura dua periode, mendapat predikat “Bapak Pemberdayaan Kampung” nyaris jadi korban penyerangan sekelompok orang saat bubaran kampanye di Yahukimo pada Jumat (18/1/2013) lalu. Beruntung HMS diselamatkan anggota Polri dan TNI yang tengah bertugas mengamankan kampanye tersebut. Dengan jiwa besar, HMS telah memaafkan para penyerang itu. http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/722-hms-maafkan-para-penyerang

Kerusuhan juga terjadi usai kampanye pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen) di kota Wamena. Beberapa orang dikhabarkan mengalami luka-luka dan belasan mobil dirusak massa, serta sejumlah kios sempat manjadi sasaran penjarahan oknum tertentu. Lukas Enembe yang ketika menjabat Bupati Puncak Jaya pernah sesumbar akan membombardir markas OPM di wilayahnya, kini didukung Partai Demokrat dalam suatu kesempatan kampanye di Merauke pakan lalu menegaskan, dirinya siap mati demi berjuang dan bekerja untuk masyarakat yang selama ini didera berbagai permasalahan di kampung-kampung. Pasangan Lukmen ini bertekad akan melakukan ‘revolusi’ secara besar-besaran dalam berbagai  bidang pembangunan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur serta berbagai aspek lainnya.  http://tabloidjubi.com/?p=9564

Berbeda dengan kandidat lainnya, pasangan Alex Hesegem-Marthen Kayoi tidak melakukan mobilisasi massa untuk kampanye di lapangan terbuka. Mereka menerapkan metode kampanye simpatik dengan mengunjungi tempat-tempat umum seperti pasar, rumah sakit serta, pemukiman warga dan melakukan dialog terbuka dengan sejumlah warga yang sedang beraktivitas di tempat itu. Pasangan ini bertekad akan memberantas semua bentuk kemiskinan dan keterbelakangan yang mendera kehidupan masyarakat Papua di kampung-kampung.

Pasangan Drs. Wellington Wenda-Weynand Watori mencoba menawarkan program konkret, yakni akan membangun satu juta rumah untuk masyarakat Papua di berbagai pelosok di  wilayah propinsi Papua. Sementara pasangan Kambu-Blasius Pakage yang diusung Gerindra menampilkan tema kampanye merangkul semua etnis untuk membangun Papua, baik orang asli Papua mamupun etnis pendatang.

Semua tema yang diusung para kandidat gubuernur dan wakil gubernur Papua kali ini adalah baik adanya. Semuanya bersifat prorakyat. Tinggal bagaimana ke depan, setelah mereka terpilih oleh rakyat, apakah mereka akan benar-benar mewujudkan janji politik mereka? Dengan niat baik, kita percaya bahwa apakah yang mereka janjikan bukan sekedar lips service, tapi lahir dari lubuk hati lantaran kepedulian mereka atas kondisi riil masyarakatnya. Dan karenanya, seperti tekad pasangan Lukmen, mereka akan siap mati demi berjuang dan bekerja untuk masyarakatnya khususnya yang berada di kampung-kampung di pedalaman Papua. [Kompasiana]

http://regional.kompasiana.com/2013/01/21/menanti-kiprah-gubernur-pilihan-rakyat-521560.html

 

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s