Zona Berita

BPK Audit Freeport

Freeport-audit BPK

Surabaya-Zona Damai: Badan Pemeriksa Keuangan menggelar audit lingkungan  secara serentak kepada tiga perusahaan tambang besar yaitu PT Freeport Indonesia, PT Aneka Tambang,

serta PT Newmont Nusa Tenggara. Audit  dilakukan untuk melihat kepatuhan tiga  perusahaan tersebut dalam  mengelola  lingkungan di wilayah tambang mereka.

“Audit sudah mulai, dan awal tahun depan sudah kami umumkan hasilnya,” kata Anggota BPK Ali  Masykur  Musa,  seusai membuka seminar lingkungan yang diselenggarakan Ikatan Sarjana  Nahdlatul  Ulama  (ISNU)  bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) di hotel Shangri-La Surabaya, medio Oktober 2012.

Ali yang juga Ketua Pimpinan Pusat ISNU, mengatakan audit terhadap tiga perusahaan ini akan dilakukan  untuk mengetahui beberapa hal, di antaranya mengenai pembayaran pajak serta royalti yang harusnya dibayarkan kepada negara. Selain itu juga akan melihat jaminan reklamasi yang dijadikan agunan bagi ketiga perusahaan tersebut, apakah sudah memenuhi standar dan diperuntukkan sebagaimana mestinya. “Prinsipnya kami periksa  CCGnya (clear, clean, and green),” ujarnya.

BPK Audit Freeport

Pemeriksaan terhadap perusahaan besar di bidang pertambangan, kata Ali, sudah  dilakukan  sejak 2010  silam.  Bahkan dari pemeriksaan pada 2010 lalu BPK berhasil menyelamatkan uang negara sebesar  Rp 428 miliar, kemudian pada tahun 2011 Rp 488 miliar yang diselamatkan dari hasil pajak dan  royalti  yang harusnya dibayarkan  perusahaan pertambangan kepada negara.

Menurut Ali, pemerintah saat ini sudah waktunya mempercepat proses renegosiasi kontrak bagi  seluruh  pertambangan yang ada. Apalagi, bagi hasil bagi negara atas pengelolaan tambang saat  ini hanyalah 1  persen untuk emas, dan 3 persen untuk tambaga. “Sangat kecil dan ini harus  direnegosiasikan  secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, seminar sehari bertema “Membangun Komitmen Kebersamaan dalam  Penanganan  Masalah Lingkungan Hidup dan Becana Alam” yang digelar ISNU dan BNPB  setidaknya  merekeomendasikan tiga hal. Pertama yaitu desakan kepada pemerintah untuk menata kembali  peruntukan kawasan hutan untuk tambang. Desakan ini mengingat penguasaan  asing atas tambang  yang saat ini mencapai 88 persen.

Kedua mendesak dilakukannya perubahan seluruh regulasi dalam pengelolaan tambang dengan  semangat  Pancasila dan UUD tahun 1945. Sementara rekomendasi ketiga adalah desakan kepada pemerintah untuk  lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam menerbitkan Kuasa Pertambangan (KP).

“Di banyak daerah, imbas pilkada langsung menjadikan KP ini melebihi luasan daratan yang dimiliki. Wis  pokoknya asal diberi ijin saja tanpa melihat aspek lingkungan,” kata Ali. [Tempo.com]

Categories: Zona Berita

Tagged as: , , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s