Zona Hukum

OPM, Kemana Hati Kalian

Oleh : Alexa Christina

Zona Damai: Sebelumnya, dalam press release Australia West Papua Association (AWPA) yang berjudul “PM Gillard should raise West Papua at Bali Democracy Forum”, Perdana Menteri Australia Julia Gillard meminta Presiden Susilo Bambang Yudoyono untuk segera menindak pelaku impunitas di Papua. Permintaan ini didasarkan pada data AWPA yang menyebutkan bahwa pemerintah mengijinkan operasi pengamanan yang dinilai tidak memberi rasa aman melainkan menghalalkan kekerasan sehingga membuat masyarakat Papua menderita.

Sekarang yang terjadi justru kebalikannya, tiga hari menjelang 1 Desember, Polsek Pirime Kabupaten Lanny Jaya Papua diserang sekelompok orang yang tidak dikenal. Diserang dan dibakar, tepatnya. Tiga orang tewas dalam kejadian tersebut, diantaranya Kapolsek Pirime Ipda Rovli Takubesi dan dua anggota Polsek Pirime Brigpol Jefri Rumkorem dan Briptu Daniel Makuker.

Secara gamblang media bintangpapua.com menuliskan pernyataan Kabid  Humas  Polda Papua  AKBP I Gede Sumerta Jaya, SIK : “Jadi di dalam Pos itu (Polsek Pirime, red), saat kejadian beberapa orang,  ada 4 orang dari 8 orang anggota.  Informasinya, yang satu itu meninggal di tiang bendera mungkin lagi naikkan bendera. Kapolseknya tangannya  terpotong  dan dibakar”. (sadis !).

Ditambahkannya, bahwa jumlah penyerang sekitar 50 orang yang diduga adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Yani Tabuni. Dugaan ini semakin kuat karena ciri-ciri penyerangannya dapat dilihat dari beberapa bukti lapangan, dua diantaranya (1) Mereka menyerang dengan panah dan senjata api (2) Mereka mengambil 3 senjata organik milik polisi  jenis revolver, AR1 dan F5 Sabhara.

Miris memang mengetahui bahwa kelompok penyerang itu menolak perayaan damai 1 Desember. Mereka lebih memilih untuk menjalankan strategi menyerang aparat dan mengambil senjata mereka untuk perkuatan kelompok. Apalagi saat aparat dalam keadaan lemah. Strategi mereka bisa terbaca dengan ciri-ciri yang sama dari setiap penyerangan. Seperti halnya pada beberapa peristiwa sebelumnya, kita tinggal menunggu pengakuan resmi dari kelompok tersebut atas penyerangan Polsek Pirime.

Jadi, apakah Presiden akan mengurangi operasi pengamanan Papua? Sepertinya tidak, Presiden tidak akan membiarkan masyarakat Papua harus menderita karena tindakan sewenang-wenang para penyerang. Sekalipun saat ini yang diserang adalah aparat keamanan. Di kemudian hari siapa yang akan tahu bahwa masyarakat Papua yang jadi korban selanjutnya, korban sesama Papua. Pengamanan Papua harus lebih ditingkatkan. Perkuatan personil perlu segera dilakukan, tutup jalur-jalur peredaran senjata ilegal, kuasai setiap teritori di Papua, jaga perbatasan, damaikan Papua.

Pekerjaan ini cukup berat bagi aparat. Apalagi dengan kondisi geografi Papua yang tidak seperti di daerah lain. Banyak hutan dan jarak antar komunitas masyarakat yang tidak bisa ditempuh dengan sekali naik kendaraan. Ini tantangan yang luar biasa bagi pemerintah, khususnya aparat keamanan. Dan saya yakin bisa.

Terakhir, Saya mau menyampaikan turut Belasungkawa buat bapak-bapak polisi yang tewas dalam tugas. Saya percaya pengorbanan mereka mulia. Semoga Papua bebas dari segala bentuk kekerasan. Amien. [Kompasiana]

Categories: Zona Hukum

Tagged as: , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s