Zona Editorial

Papua Tanah Damai Kembali Ternoda

Aksi seribu lilin untuk Perdamaian Papua di Bundaran HI 28/6/2012. Foto : Merdeka.com

Zona Damai: Kejadian mengenaskan baru saja terjadi di Markas Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Selasa pagi, 27 November 2012 Mapolsek itu diserang oleh sekitar 50 orang yang membawa berbagai senjata, mulai parang, panah, hingga senjata api. Gerombolan ini menembaki markas polisi itu secara membabi buta. Tiga polisi, termasuk Kapolsek Pirime, Ipda Rolfi Takubesi (48), tewas dalam serangan itu. Jasad ketiga polisi ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Bahkan, jasad Rolfi ditemukan dalam keadaan dibakar dan tangannya dipotong-potong.

Aksi penyerangan dan pembunuhan tak berperi-kemanusiaan itu kontan mendapat sorotan dari aktivis HAM Poengki Indarti dari LSM Imparsial.

“Kekerasan ini sangat bertentangan dengan semangat bersama untuk menjadikan Papua sebagai Tanah Damai,” ujar Direktur Eksekutif Imparsial, Poengki Indarti, di Jakarta Selasa, 27 November 2012.

Poengki berharap aparat keamanan secara serius mengungkap dan menangkap pelaku, namun tidak dengan cara melakukan serangan balasan dari pihak polisi karena hanya akan menimbulkan trauma bagi masyarakat.

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/370618-imparsial-kutuk-pembunuhan-terhadap-polisi-di-papua

Sebelumnya, pada Oktober lalu, penembakan terhadap aparat juga terjadi. Kala itu, personel gabungan TNI/Polri diserang kelompok bersenjata di Muara Sungai Kebo, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Papua. Dua orang prajurit TNI mengalami luka tembak.

Catatan Hitam

Kampanye ‘Papua Tanah Damai’ yang didengungkan selama ini tampaknya masih sulit terwujud, karena sepanjang tahun 2012 di wilayah paling Timur Indonesia ini masih terus diwarnai aksi kekerasan. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat sejak Januari hingga Oktober 2012 tercatat 81 tindakan kekerasan yang mengakibatkan setidaknya 31 orang meninggal dan 107 orang mengalami luka-luka.

Sementara catatan Kompas.com yang dipublikasikan 9 Juni 2012 memperlihatkan bahwa kekerasan di wilayah itu selama 18 bulan terakhir telah memakan puluhan korban jiwa, baik warga sipil maupun aparat keamanan.

Daftar korban kekerasan itu antara lain di Sorong seorang warga sipil meninggal, Puncak Jaya tujuh orang aparat meninggal dan satu terluka, lima warga sipil meninggal dan dua lainnya terluka. Di kabupaten Mulia satu orang aparat meninggal, di Wamena juga satu orang aparat meninggal , di Abepura empat warga sipil meninggal, Jayapura lima warga sipil dan seorang aparat meninggal, di Merauke dua aparat meninggal, Timika/Mimika delapan warga sipil meninggal, tiga terluka serta tiga aparat meninggal dan satu luka. Dan di Paniai seorang warga sipil meninggal dan empat lainnya terluka.

http://nasional.kompas.com/read/2012/06/09/10451675/Kekerasan.di.Papua.Sistematis.dan.Terorganisir.

Insiden penyerangan Mapolsek Pirime kemarin pagi tentu saja telah memperpanjang catatan jumlah korban kekerasan serta luas wilayah kejadiannya. Dan jika diurut setelah tanggal publikasi Kompas.com di atas, masih ada sejumlah insiden penyerangan dan penembakan di sejumlah wilayah. Seperti yang terjadi pada 1 Juli 2012 di Kampung Sawiyatami Distrik Arso Kabupaten Keerom, iring-iringan mobil TNI Yonif 431 ditembak menyebabkan seorang warga sipil tewas. OPM pimpinan Lambert Pekikir mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

Masih di bulan Juli 2012, satu minggu setelah insiden di Kampung Sawiyatami, seorang anggota TNI dan dua warga sipil tewas dibunuh oleh kelompok tidak dikenal di Kampung Bogobaidam, tempat pendulangan emas Lokasi 99 Paniai Papua. Ketiga korban itu adalah Peltu Sunaryo anggota Kodim 1705 Nabire, dua warga sipil masing-masing benama Lili dan Aco. 17 Juli, seorang anggota TNI bernama Briptu Sudirman Atang Sabil ditemukan warga dalam keadaan lemah di gedung Pramuka Waena. Korban lalu dilarikan ke RS Dian Harapan Waena, namun tak tertolong karena luka tusuk dan dianiaya orang tak dikenal.

Sebulan kemudian, 3 Agustus 2012, kelompok bersenjata menghadang rombongan Danramil Mulia, Puncak Jaya, Lettu (Inf) Laulus Logo. Danramil disandera dan senjata apinya jenis pistol FN 46 dirampas. Danramil harus dirawat di Distrik Mewoluk dengan luka dikepala dan sekujur tubuhnya.

Tiga minggu setelah itu, tepatnya tanggal 21 Agustus 2012, Briptu Yohan Kisiwaito tewas ditembak di dekat bandara Paniai. Kelompok OPM pimpinan John Yogi yang bermarkas di Paniai, mengklaim bertanggung jawab atas penembakan itu. Kelompok ini menyatakan akan terus melakukan penyerangan dan siap masuk kota.

Sementara itu, pada 10 September 2012 seorang Anggota Samapta Polres Tolikara, (Briptu Jefry Runtuboy) tewas diberondong oleh lima orang tak dikenal. Setelah menembak, para pelaku kemudian merampas senjata korban jenis SSI V2.

Bulan Oktober pasca pergantian Kapolda Papua kepada Tito Karnavian, aksi kekerasan relatif kecil. Di antaranya adalah penyerangan terhadap personel gabungan TNI/Polri oleh kelompok bersenjata di Muara Sungai Kebo, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai. Dua orang prajurit TNI terkena tembakan namun nyawanya masih dapat ditolong. Insiden lainnya terjadi dalam aksi unjukrasa kelompok KNPB di Manokwari tanggal 23 Oktober yang beakhir ricuh. Delapan pengunjukrasa dan empat aparat polisi dilaporkan luka-luka.

Dan di bulan November ini juga masih terjadi aksi kekerasan. Sebelum aksi penyerangan terhadap Mapolsek Pirime yang menewaskan tiga personil polisi tersebut, seminggu sebelumnya seorang pendeta (Frederika Metalmeti) ditemukan tewas dekat Sungai Mak, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel.

Semoga daftar aksi kekerasan itu berakhir sampai disini…… [Kompasiana]

http://hukum.kompasiana.com/2012/11/28/papua-tanah-damai-kembali-ternoda-506668.html

Referensi:

http://www.mediaindonesia.com/webtorial/tanahair/?bar_id=MzI2MDg4

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/370628-aksi-biadab-membakar-kapolsek-di-papua–ulah-siapa-

http://www.tribunnews.com/2012/09/03/as-kecam-aksi-kekerasan-di-papua

http://nasional.kompas.com/read/2012/06/09/10451675/Kekerasan.di.Papua.Sistematis.dan.Terorganisir.

http://www.merdeka.com/peristiwa/briptu-sudirman-tewas-ditusuk-di-papua.html

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s