Zona Berita

HUT Manokwari ke-114

MANOKWARI – Zona Damai: Kota Manokwari memasuki usia ke-114 tahun, 8 November, kemarin. Penambahan usia yang sudah satu abad lebih itu diharapkan menjadi momentum instrospeksi bagi semua pemangku kepentingan bersama seluruh masyarakat yang mendiami kota penuh sejarah ini.

Melihat ke belakang dan mengevaluasi apa saja kekurangan yang perlu diperbaiki penting dilakukan agar penambahan usia pada tahun-tahun berikutnya bisa diiringi dengan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan.

Ketua DPRD Yosias Saroy menilai di usia ke 114 tahun ini, dibutuhkan kerja keras semua pihak  untuk mewujudkan Manokwari baru yang sejahtera, aman damai dan bermartabat. Di sana-sini  masih banyak rakyat kecil yang hidup miskin dan terbelakang. Di saat yang sama, banyak pejabat yang hidup mewah bergelimang harta. “Ini harus jadi instrospeksi supaya semua aparatur kita harap bisa bekerja dengan jujur dan penuh tanggungjawab agar bisa menyentuh kebutuhan masyarakat, “ ujar Yosias Saroy usai resepsi HUT Manokwari di Pasir Putih, kemarin.

Menurut Yosias, untuk bisa menekan angka kemiskinan dan keterbelakangan, yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan SDM  terutama bagi penduduk asli Manokwari. “ Harus bangun manusianya (dulu), bukan bangun gedung mewah dan kantor yang megah tetapi terutama adalah bangun manusianya, “ tandas dia.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah penyediaan infrastruktur terutama akses jalan menuju wilayah-wilayah terpencil.  Menurut mantan bupati Dominggus Mandacan, sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan ekonomi tidak akan berjalan maksimal jika tidak ditunjang adanya infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai.

“Infrastruktur (jalan) harus terus dibangun untuk akses ke lembah, gunung karena ini belum dibangun secara baik, “ kata Dominggus usai upacara HUT Manokwari di kantor bupati, kemarin. Tokoh senior Arfak ini juga menghimbau masyarakat Manokwari agar terus berpartisipasi aktif dalam mendukung proses pembangunan. Sebab, tanpa dukungan masyarakat, program pembangunan yang dilakukan Pemda tidak akan berhasil.

“ Masyarakat jangan hanya menuntut dari Pemda, tetapi ikut berpartisipasi mendukung pembangunan dan juga  memberi kontribusi kepada pembangunan, “ ujar kepala suku besar Arfak.

Sebagai kota dengan julukan kota Injil, dia berharap semua komponen masyarakat Manokwari senantiasa memperlihatkan sikap hidup yang berlandaskan iman pada Tuhan. [Binpa]

Categories: Zona Berita

Tagged as: , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s