Zona Berita

Praktik Jual-Beli Senpi di Papua, Polda Tak Aasal Tangkap

Tahanan pemilik senjata api ilegal. Foto : Bintang Papua

JAYAPURA—Zona Damai: Polda  Papua  membantah  adanya  tuduhan  asal tangkap aktivis,  karena  telah bekerja secara profesional, tanpa pandang bulu  dalam menindak setiap pelaku  tindak pidana yang disesuaikan   KUHAP.

“Kami juga tak pandang bulu dalam menangkap pelaku, baik itu suku, agama maupun kedudukan, sekalipun  seorang pejabat tinggi negara,” tukas    Kabid  Humas  Polda  Papua I Gede  Sumerta Jaya, SIK  didampingi  Wadir Reskrim Umum, AKBP  Parlindungan Silitonga, Wakapolres  Jayapura  Kota  Kompol Jefry Siagian serta Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL)  Jayapura  Iptu Wisnu Hadi  ketika  mengekspos  barang bukti praktek jual beli  senjata  api (senpi)  yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua  dari Operasi   Aman  Matoa  II    di Ruang Rapat Ditreskrim Umum Polda Papua, Jayapura, Senin (5/11).

Dia  mengatakan,  pihaknya juga meminta bantuan masyarakat   memberikan informasi sekecil apapun apabila melihat atau mengetahui keberadaan DPO atau orang-orang yang dicurigai memiliki amunisi atau bahan peledak.

“Amunisi, senjata api dan bahan peledak sangat berbahaya, bila digunakan oleh orang yang tak tepat, bisa membahayakan seluruh masyarakat. Bila memiliki informasi, segera informasikan kepada aparat terdekat,” pintanya.

Menurut  dia,   ekspos  barang bukti hasil Operasi Aman Matoa II, Polda Papua menetapkan 7 tersangka atas kepemilikan ratusan amunisi serta satu pucuk senjata api laras pendek yang didapat dari tangan para tersangka.

Dari 7 tersangka, 6 diantaranya masing-masing berinisial DEH (26), GJW (27), YP (28), AK (24) (wanita), RN  dan OG (27) di tahan di Mapolda Papua. Sedangkan satu tersangka lagi berinisial YK (20) ditahan di Polres Jayapura Kota.

Selain itu, kata dia,  Polda Papua juga berhasil menyita barang bukti 233 butir amunisi, yang terdiri dari 184 amunisi tangkapan Polda Papua, yakni caliber 5,56 mm, amunisi hampa caliber 5,56 mm dan amunisi caliber 7, 62 mm. Serta 48 butir amunisi caliber 3,8 mm dan satu butir amunisi caliber 5,56 mm, tangkapan Polsek KPL Jayapura.Tak hanya itu, dari penangkapan tersangka di Pelabuhan Laut Jayapura, aparat juga menyita satu pucuk senjata laras pendek.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya juga menemukan dua kwitansi pembelian amunisi, tertanggal 23 Oktober  2012 senilai Rp 3 Juta dan tertanggal 26 Oktober 2012 senilai Rp 4 Juta, yang ditandatangani tersangka.

Soal motif kepemilikan amunisi tersebut, tegasnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, apalagi satu pelaku yang ditengarai tercantum dalam kwitansi pembelian masih belum tertangkap.

“Kami  masih terus  menyelidiki   motif kasus  jual beli senjata api,  barang bukti uang sisa Rp 3 Juta dari pembelian amunisi dengan inisial TS  yang masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Terungkapnya kasus ini, tukas dia, berawal saat anggota melakukan penangkapan terhadap 4 tersangka di sebuah rumah kos-an di Jl. Merpati Youtefa, Distrik Abepura. Dari penggeledahan tersebut telah diamankan orang masing-masing berinisial YP (28), DEH (26), AK (24) (istri dari pemilik kost-kostan) dan YJW (27).

Dari hasil pengembangan ke-4 tersangka, jelas dia, Polda Papua berhasil menangkap tersangka RN yang namanya tertera dalam kwitansi pembelian amunisi seharga Rp 4 juta dan Rp 3 juta. “Dari pengembangan kami kembali menangkap tersangka KRW dan kembali menangkap OG di sekitar PTC Entrop,” urainya.

Dia mengemukakan, dari penangkapan ini, Polda Papua menyita 184 butir amunisi campuran kaliber 7,62 mm, 5,56 mm dan 2 lembar kwitansi serta uang tunai Rp 3 juta yang ditengarai merupakan sisa dari pembelian amunisi atas nama TS.  1 November, Polres Jayapura Kota menangkap satu orang, atas kepemilikan senjata api ilegal dan 48 butir amunisi caliber 3,38 mm dan 1 butir amunisi 5,56 mm, saat turun dar KM Dorolonda berinisial YK.

“Kami menerapkan pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, bahan peledak, yang diancam  pidana minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup,” tandasnya. [Bintang Papua]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s