Zona Berita

Peringatan KRP-III, Panitia Janji Hanya Ibadah Syukur

Para penggagas KRP-III ketika mengikuti persidangan di pengadilan


Jayapura-Zona Damai: Polda Papua menegaskan bahwa pihaknya tidak memberi izin kepada kelompok pendukung Papua Merdeka untuk memperingati satu tahun Kongres Rakyat Papua (KRP) III di lapangan Theys, Sentani, pada Jumat 19 Oktober hari ini.

Bahkan Polisi tidak segan-segan akan membubarkan dan menindak tegas pihak-pihak yang ingin mengibarkan bendera Bintang Kejor atau lambang perjuangan Papua Merdeka saat perayaan peringatan KRP III berlangsung.

“Polisi tetap mengedepankan langkah-langkah persuasif. Tapi, bila ada pihak yang memaksakan kehendak, terutama mengibarkan Bintang Kejora akan ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku,”ujar Juru Bicara Polda Papua AKBP I Gede Sumerta Jaya kemarin (Kamis, 18 Oktober 2012).

I Gede mengungkapkan, pihak Panitia Perayaan Peringatan KRP III telah menyampaikan permohonan izin menggelar peringatan setahun KRP III. Namun, Polda tidak mengeluarkan izin atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). “Polisi kuatir adanya upaya-upaya makar atau mendirikan negara diatas negara diprakarsai Presiden NFRPB Forkorus Yoboysembut, sehingga tidak memberikan izin,”tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Perayaan KRP III yang juga Ketua Tim 7 NFRPB Pdt. Kelly Yabansabra, S.Theo menyatakan, peringatan hanya menggelar ibadah syukuran, dan juga sekaligus mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Bintang Empatbelas berdampingan dengan Bendera Merah Putih sekaligus mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Soal kehadiran Presiden SBY, pihaknya belum bisa memastikannya, namun secara tertulis sudah melayangkan undangan ke Kantor Kepresidenan. “Kami tidak jadi kibarkan Bendera Merah Putih, Bendera Bintang Fajar dan Bendera PBB. Hanya ibadah syukur biasa saja,” paparnya.

Mengenai permintaan ijin ibadah, pihaknya tidak menyampaikannya ke Polda Papua, hanya menyampaikan surat pemberitahuan saja. Disamping itu pula hal ini sudah dikoordinasikan terus menerus dengan pihak Polda Papua. “Ini hanya ibadah biasa, jadi intinya siapapun tidak punya hak untuk membatasi seseorang untuk berdoa kepada Tuhan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Oktober tahun lalu, Forkorus Yaboisembut dkk menggelar Konferensi Rakyat Papua (KRP) III. Dalam kesempatan Konferensi itu mereka mendeklarasikan berdirinya negara yang mereka namakan negara republik federasi papua barat (NRFPB), dan Forkorus diangkat menjadi presidennya. Tindakan itu telah melanggar Pasal Pidana yyaitu Pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP Jo pasal 53 ayat 1, yaitu upaya memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Forkorus dan empat rekannya kini harus menjalani hukuman sebagai terpidana. [***]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s