Zona Berita

Tentara OPM Tolak Peringatan KRP III

*) Jhona Wenda : Jangan Sampai Kejadian 19 Oktober Tahun Lalu Terulang

Jhona Wenda, Jubir TpN-OPM Papua Barat

JAYAPURA-Zona Damai: Adanya rencana peringatan peringatan 1 tahun Kongres Rakyat Papua (KRP) III 19 oktober 2012, mendapat tanggapan dari Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional- Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Papua Barat, Jhona Wenda.

Jhona Wenda meminta agar masyarakat Papua melihat dengan jeli, mana kegiatan yang tidak mengorbankan dirinya. Ia khawatir, jangan sampai kejadian 19 Oktober 2011 terulang kembali. Apalagi ada informasi, acara itu akan menghadirkan Presiden SBY sekaligus untuk menggelar dialog dengan Presiden SBY serta pengibaran 3 jenis bendera yakni Bintang Fajar, Merah Putih dan bendera PBB.

Jhona menyerukan kepada pihak-pihak yang mau melaksanakan peringatan KRP II untuk dihentikan rencana kegiatan itu, sebab jangan sampai rakyat menjadi korban.

“Kami dengar mau naikkan tiga bendera, itu bukan sebuah layang-layang yang dikasih naik dan dikasih turun. Jangan bikin barang sembarangan untuk orang mati. TPN Papua Barat tidak ada urusan dengan Foskorus Yoboisembut jadi Presiden. Presiden itu ada kecuali sudah ada pengakuan dari negara-negara bahwa Papua Barat adalah sebuah Negara,” jelasnya saat jumpa pers di salah satu tempat di Abepura Jayapura, Rabu, (17/10/2012).

Jhona juga meminta TNI/Polri agar dapat mengidentifikasi wilayah-wilayah yang bisa mengancam dan merugikan rakyat kecil.

Instruksi TPN-OPM Papua Barat

Menurutnya, Markas Pusat TPN-OPM telah mengeluarkan instruksi dan pernyataan sikap terkait hasil KRP III maupun kegiatan-kegiatannya sbelum dan sesudahnya. Surat intruksi itu ditandatangani langsung oleh Panglima TPN Papua Barat, Brigjen, Richhard H. Joweni.

Isi dari instruksi tersebut, lanjut Jhona, secara tegas menolak apapun hasil KRP III. Kepada seluruh personil TPN Papua Barat dan seluruh masyarakat Papua Barat untuk tidak mengikuti berbagai aktifitas yang dilakukan oleh komponen masyarakat Papua yang tidak mendapatkan legitimasi yang jelas dari West Papua National Coalitions for Liberation (WPNCL) atau koalisi nasional untuk pembebasan Papua Barat.

“Segala bentuk yang akibatnya berdampak pada korban jiwa dan kehancuran bangsa Papua Barat kami tentang keras,karena sejak 2005 TPN OPM telah berkomitmen untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kemerdekaan secara berdaulat bangsa Papua Barat secara damai dan bermartabat, bukan dengan cara-cara kekerasan atau kegiatan yang akibatnya membuat rakyat kecil menjadi korban,” tegasnua.

Bertemu Utusan Presiden SBY

Jhona mengaku, pada Tahun 2011 pihaknya telah bertemu utusan Presiden RI, yaitu Farid Husein, untuk untuk mencari solusi yang baik guna menciptakan kondisi yang baik di Papua. Pada kesempatan itu, lanjut Jhona, pihaknya meminta adanya ruang dialog untuk membicarakan persoalan Papua, namun hingga kini belum ada kabar dari Presiden SBY mengenai ruang dialog tersebut.

“Ruang dialog atau perundingan belum dibuka, malah Pemerintah RI meluncurkan program UP4B yang kenyataannya belum mampu mengatasi persoalan di Tanah Papua. Pemerintah harus membuka diri, karena Papua ini untuk siapa saja,” tandasnya.

Ditegaskannya, ruang dialog Jakarta-Papua tetap terus diperjuangkan sampai Pemerintah RI memberikan kesempatan untuk membuka ruang dialog dimaksud, sebab jika tidak, lambat laun konflik Papua akan memuncak yang pada akhirnya akan hadir pihak ketiga untuk melaksanakan referendum dalam penentuan nasib sendiri rakyat Papua.

“Kami mau pertemuan antara pemerintah dengan kelompok resistance (kelompok yang berlawanan) di luar dari sistem yang sudah dibangun NKRI ini, yang penuh dengan sikap korupsi. Mari Presiden RI buka ruang, guna kita sepakati kesepakatan-kesepakatan yang mengikat kita supaya jangan saling menuding satu sama lain, misalnya ini ulahnya TNI atau itu ulahnya OPM,” tukasnya.

Terkait kasus penembakan dan tertangkapnya dua anggota TPN Papua Barat, menurutnya dua orang tersebut bukan anggota TPN OPM, tapi adalah oknum-oknum tertentu yang menggunakan kedua orang tersebut untuk kepentingannya mereka sendiri dengan mengatasnamakan Papua Barat. [Bintang Papua]

Categories: Zona Berita

Tagged as: , , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s