Zona Editorial

Berita Situs AHRC tentang Indonesia, Lebay

Zona Damai : sepekan terakhir, sejumlah situs berita luar negeri mencerca habis Indonesia terkait sorotan sejumlah negara Anggota Dewan HAM PBB dalam sidang Dewan HAM PBB di Genewa Swiss, 23 Mei 2012. Di antaranya adalah situs Asian Human Rights Commission. Berita yang ditulis di situs ini berjudul “INDONESIA: Penyangkalan pemerintah di sesi UPR PBB sangat mengecewakan”, secepat kilat dirilis oleh hampir semua media massa nasional di Tanah Air. http://www.humanrights.asia/news/press-releases/AHRC-PRL-016-2012-ID

Pada saat yang sama, Pdt. Socratez Sofyan Yoman mengirimkan press release ke sejumlah media lokal Papua. Dan press release itu langsung menjadi head-line pada Bintang Papua.com, baik versi online maupun versi cetaknya. Padahal sumber press release itu  tidak hadir dalam Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss it. http://bintangpapua.com/headline/23116-pbb-mulai-buka-mata-soal-papua

Tanpa harus menutup mata terhadap berbagai kekurangan Pemerintah RI dalam hal penegakan HAM di tanah air, tampaknya kita begitu suka jika Negeri ini dicaci-maki orang luar.

Setelah saya cari referensi lainnya, ternyata yang terjadi di ruang Sidang Dewan HAM PBB tidak seheboh apa yang diberitakan di sejumlah situs itu.

Benar bahwa rekam jejak penegakan HAM Indonesia tengah dievaluasi oleh Dewan HAM PBB dalam sesi ke-13 Universal Periodic Review (UPR) di Jenewa, Swiss hari ini tanggal 23/Mei/2012 waktu Swiss atau hari ini waktu Indonesia. Beberapa isu kunci seperti masalah intoleransi yang terjadi di Indonesia, seperti penyerangan terhadap pemeluk agama minoritas dan penyerangan gereja memang diangkat oleh banyak negara-negara anggota PBB yang berpartisipasi di dalam sesi tersebut.

Apa yang dikatakan oleh Menlu RI ?

“Seperti negara demokrasi lainnya, baik yang telah mapan maupun yang sedang dalam transisi, kami sadar bahwa peningkatan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia bukan tanpa tantangan,” kata Natalegawa dalam kutipan pidato yang disiarkan Kemenlu RI.

Salah satu tantangan bagi Indonesia, menurut Marty adalah adanya kelompok-kelompok yang selama ini menyampaikan pandangan yang keras dan cenderung ekstrem sehingga bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.

“Alam demokrasi yang membawa kebebasan telah memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki pandangan keras dan cenderung ekstrim untuk mengeksploitasi ruang demokrasi untuk kepentingan kelompok tertentu, bahkan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi itu sendiri, yaitu dengan mengedepankan intoleransi relijius dan memicu konflik-konflik komunal.” Demikian pidato Menlu RI.

http://dunia.vivanews.com/news/read/316334-indonesia-akui-ekstremisme-jadi-tantangan-ham

“Kami sampaikan dalam konteks yang tepat. Jangan sampai aksi dan ulah sekelompok orang mendefinisikan keseluruhan Indonesia tidak toleran,” kata Marty pada kesempatan yang lain.

http://www.tempo.co/read/news/2012/05/21/173405201/Dunia-Soroti-Intoleransi-di-Indonesia

Kasus Papua

Dari siaran Kemlu RI tersebut, tidak disinggung mengenai isu Papua. Tetapi dari Situs Asian Human Rights Commission diketahui bahwa masalah Papua yang diangkat dalam sidang tersebut adalah masalah penegakan HAM, bukan masalah tuntutan Referendum atau kebijakan Otsus. Dan juga bukan forum yang tepat membahas masalah status politik wilayah Papua dalam forum Dewan HAM.

Apa benar Indonesia sudah terpojok di mata dunia kerena masalah Penegakan HAM?

Pertanyaan-pertanyaan mereka (negara-negara anggota Dewan HAM PBB) tentang pelanggaran HAM di Indonesia kadang didasarkan pada keterangan yang belum utuh. Demikian juga penyataan Wong Kai Shing, Direktur Eksekutif Asian Human Rights Commission dalam situs AHRC tersebut terkesan sangat tendensius.

Karena faktanya, kredibilitas Indonesia dalam mempromosikan HAM masih diakui dunia. Indonesia mendorong sejumlah negara tetangga, seperti Myanmar, untuk turut menghormati hak asasi manusia. Kalau tidak dianggap kredibel, tahun lalu Indonesia tidak akan dipilih menjadi anggota Dewan HAM dengan suara terbanyak.

So, nasionalisme kita masih perlu dibenahi …. ***

Ir. Sarjito

http://hukum.kompasiana.com/2012/05/24/berita-situs-ahrc-tentang-indonesia-lebay/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s