Zona Wisata

Lembah Baliem, Harmonisnya Alam Papua dan Suku Dani

pemandangan alam di Lembah Baliem

Zona Damai : Di tengah ganasnya dataran Papua, terbentang lembah cantik dengan sungai meliuk di tengahnya. Dipagari Pegunungan Trikora, Lembah Baliem menjadi saksi harmonisnya alam Papua dengan suku Dani sebagai penghuninya.

Richard Archbold termenung di dalam pesawatnya. Baru kali ini, tepat pada 23 Juni 1938, ia takjub dengan lembah tak terjamah yang terbentang di bawahnya. Tak hentinya ahli hewan asal Amerika ini berdecak kagum melihat hamparan ladang hijau di antara puncak-puncak gunung.

Archbold masih termenung. Firasatnya sungguh kuat, lembah ini bagai lukisan Tuhan yang luar biasa indah. Tak butuh waktu lama hingga ia tahu, lembah yang menghipnotisnya adalah Baliem.

Berada di tengah dataran Papua, lembah ini membentang di ketinggian 1.600 mdpl. Sungai Baliem yang membelahnya bermuara di sebelah utara Pegunungan Trikora. Air sungai yang dingin ini lalu melaju makin rendah, melewati sawah dan ladang, hingga pecah di ketinggian 1.500 mdpl.

Di situ, air dari Sungai Baliem menyatu dengan danau berlumpur kecoklatan. Namun arusnya terus melaju turun, hingga nantinya menghilir ke Laut Arafura. Begitulah yang tercantum di situs resmi pariwisata Indonesia, Selasa (15/5/2012). Sepanjang perjalanannya, air sungai ini jadi berkah bagi masyarakat yang tinggal di sana yaitu Suku Dani.

Tradisi Bakar Batu oleh Suku Dani

Sebagai suku asli Papua, Dani terisolasi oleh alam. Jajaran Pegunungan Trikora jadi benteng alami sekaligus penyedia kehidupan. Di lereng pegunungan ini, mereka bercocok tanam dan beternak hewan. Tanah vulkanis yang gembur pun ditanami umbi-umbian, jahe, pisang, dan timun.

Sebagai suku yang masih terjaga keasliannya, masyarakat Dani membuat peralatan sederhana berbahan batu dan tulang. Tulang-tulang itu mewakili gaharnya Suku Dani, yang juga terkenal sebagai pejuang. Sedangkan batu menjadi basis tradisi Bakar Batu, yakni memasak babi di atas batu panas.

Indahnya lembah dari ketinggian, liukan sungai dengan air penyedia kehidupan, serta suku Dani yang menjaga keseimbangan alam. Tak ada satu pun yang boleh terlewat ketika Anda berada di dataran Papua. Anda harus melihat sendiri Baliem, lembah yang keberadaannya menghipnotis ilmuwan Amerika bernama Archbold.

Datanglah ke Baliem, dan kenalilah harmonisasi alam dan sukunya. Seperti kata pepatah, “Tak kenal maka tak sayang.” [detiktravel]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s