Zona Berita

Pasca Bentrok, Warga Dua Desa Berdamai dengan Adat Tapango

POLEWALI MANDAR – Zona Damai : Bukan perkara mudah menyatukan dan mempersaudarakan kembali warga yang sudah lama terpisah karena konflik horisontal. Namun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dua desa bertetangga yang sudah lama terlibat konflik horisontal hingga menelan korban jiwa di kedua belah pihak, akhinrya sepakat berdamai di bawah perjanjian hukum adat Tapango.

Kedua desa bertetangga sepakat melupakan kejadian buruk dan memalukan di masa lalu, dan mereka memilih berdamai demi masa depan anak-anak dan warga mereka yang sudah lama terpisah jarak geografis. Berkat prakarsa sejumlah tokoh adat, tokoh agama yang didukung aparat pemerintah, Danramil dan Kepolisian setempat, dua desa di kecamatan tapango, Polewali Mandar yang sudah lama larut dalam konflik horisontal yang berkepanjangan, akhirnya bersedia berdamai.

Warga dari kedua desa baik anak muda, kalangan dewasa dan orang tua yang sudah lama saling memata-matai sejak konflik horisontal yang telah menelan korban di kedua belah pihak beberapa bulan terakhir, hari ini sepakat memilih berdamai daripada terus terlibat konflik menegangkan. Suasana perdamaian yang dihadiri ratusan warga dari kedua desa ini berlangsung mengharukan.

Tak sedikit tokoh masyarakat dari kedua desa menitikan air mata karena penyesalan. Sejak konflik ini pecah beberapa bulan lalu, warga kedua desa dilanda ketegangan dan ketakutan melintas ke desa lain karena kahwatir jadi sasaran. Penghadangan yang kerap dilakukan antar dua desa, membuat warga kedua desa ketakutan berkunjung ke desa lain.

Dalam perjanjian perdamaian ini, kedua pihak sepakat tidak akan memicu konflik baru yang keresahan tidak hanya warga yang terlibat konflik secara langsung tapi juga warga yang tidak terlibat konflik, dipaksa menjadi bagian dari konflik. Sebagai konsekwensi perdamaian, kedua belah pihak sepakat menerima sanksi adat, yakni bersedia meninggalkan kampung halaman mereka bagi siapa saja yang terlibat memicu kembali pertikaian kedua warga. Mereka baru diperbolehkan pulang dan tinggal di kampung halamannya kembali setelah berketurunan.

“Kita berharap perdamaian hari ini bisa menjadi pengalaman sejarah kedua pihak untuk tidak lagi terlibat konplik yang memalukan. Kedua desa merasa tak aman karena saling mencurgai, tapi perdamaian hari ini menjadi awal yang baik untuk memulai yang baru,”ujar Nurdin salah satu warga Tapango.

Peristiwa bersejarah bagi kedua pihak yang bertikai ini diakhir dengan penandatangan kesepakatan dari kedua belah pihak. Sebelumnya kedua kelompok warga saling memaafkan satu sama lain. Mereka saling berikrar mengubur masa lalu yang kelam dan tak akan mengungkit lagi peristiwa memalukan tersebut.

Bupati Polewali Mandar yang menyaksikan upaya perdamaian yang digagas tokoh adat dan tokoh agama dari kedua belah pihak ini mengaku bangga dan ikut terharu karena mereka bisa kembali bersaudara dan saling mengunjungi antardesa setelah sebelumnya terlibat konplik.

“Ini patut dipelihara dan menjadi contoh di desa lain agar suasana perdamaian antar warga tetap terjaga dan terpelihara,” ujar bupati.

Ali Baal mengharapkan suasana perdamaian hati dan pikiran antar kedua kelompok warga ini bisa tetap terpelihara. Mereka yang memicu konplik kembali akan menerima sangksi adat yakni meniggalkan kampung halaman mereka dan mereka baru diperkenankan kembali setelah berketurunan.[kompas.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s