Zona Berita

Neles Tebay : OPM Perlu Dilibatkan

Pastor Neles Tebay

JAYAPURA—Zona Damai : Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersenjata yang dipastikan Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kepala Staf TNI/AD sebagai pelaku penembakan pesawat Trigana PK-YRF di Bandara Mulia, Puncak Jaya pada Minggu (8/4) Pukul 08.21 WIT perlu dilibatkan untuk mengidentifikasi masalah mendasar yang melatarbelakangi aksi kekerasan di Puncak Jaya.

Demikian disampaikan Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Dr.Neles Tebay di Jayapura, Kamis (12/4/2012). Rohaniawan Katolik ini menegaskan, perlu melibatkan OPM bersenjata ini baik untuk menghentikan peristiwa yang terjadi sekarang dan masa lampau maupun mencari solusi yang dapat mencegah peristiwa itu terulang kembali.

Pemerintah dan OPM, kata dia, perlu membuat semacam kesepakatan. Hasil kesepakatan itu harus terus dipegang dan tak boleh diingkari.

“Solusi strategis yang dapat diberlakukan periode yang panjang, solusi yang diterapkan selama ini adalah responsive, misalnya situasi tidak aman, lalu kirim pasukan dan setelah aman, pasukan dapat ditarik kembali. Ini juga merupakan solusi baik, namun hanya untuk jangka pendek,” ungkapnya.

Dia menegaskan, penembakan yang terjadi di Puncak Jaya adalah kejadian dua kali dalam penembakan ke udara. Pertama kali dilakukan adalah helicopter milik TNI AD dan penembakan yang terjadi pada pesawat Trigana Air Service ini adalah penembakan kedua. “Tapi ini adalah penembakan pesawat komersil yang ditembak pertama,” katanya.

Apalagi peristiwa penembakan ini bukan peristiwa pertama, tutur dia, tapi ini peristiwa pengulangan yang pernah terjadi sebelumnya. Sehingga jika pemerintah mau menyelesaikan peristiwa di Puncak Jaya juga harus melihat bahwa dari konflik masalah yang belum dituntaskan sebelumnya.

Karenanya, lanjut dia, JDP menawarkan dua solusi untuk menyelesaikan penembakan didaerah itu. Jangka pertama yang disebut jangka pendek dengan pendekatan responsive yakni bagaimana mengembalikan situasi yang tak aman menjadi aman.
“Termasuk juga mengidentifikasi siapa pelakunya dan motif penembakan itu. Sehingga pelaku penembakan dapat diadili dan dihukum sesuai perbuatannya,” jelasnya.

Sedangkan solusi kedua, dengan melibatkan beberapa pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri/TNI. Apalagi sebelumnya Pangdam Cenderawasih XVII/Cenderawasih dan Kepala Staf TNI/AD telah mengatakan bahwa pelaku penembakan di Puncak Jaya adalah OPM yang bersenjata.

Kata dia, JDP juga melihat serangkaian aksi penembakan yang terjadi di Puncak Jaya karena selama ini tak ada ruang dialog untuk bicara. Padahal korban dari penembakan di daerah itu bukan hanya warga sipil, aparat keamanan juga menjadi korban.

“Aparat keamanan selama ini juga tidak pernah transparan untuk memberitahukan kepada public tentang hasil penyelidikan mereka. Misalnya apakah dalam penyelidikannya ditemukan proyektil, jenis apa dan lain-lain. Atau memang dalam penyelidikannya aparat keamanan ini tak menemukan proyektil, sehingga tak dibuka ke publik. Ini yang kita tidak pernah tau,” katanya.

Pihaknya menilai penembakan yang terjadi di Puncak Jaya juga bisa menghambat pemilukada di daerah itu yang saat ini sedang berlangsung. “Puncak Jaya kan hanya dapat dilalui dengan pesawat. Bagaimana jika kejadian ini tak terungkap, maka akan menghambat pengiriman logistik dan lain lain,” jelasnya.

Jaringan Damai Papua (JDP) minta pemerintah pusat dilibatkan dalam penyelesaian kasus penembakan pesawat Trigana PK-YRF di Bandara Mulia, Puncak Jaya pada Minggu (8/4) Pukul 08.21 WIT.

Kekerasan Tak Bisa Dibalas Kekerasan
Sementara itu salah satu anggota Dewan Adat Papua, Fadel Alhamid mengatakan, kekerasan tak bisa dibalas kekerasan, bila ternyata kekerasan harus dibalas dengan kekerasan, maka yang terjadi kekerasan akan melahirkan kekerasan yang baru lagi.
“Kita tak bisa gunakan kekerasan untuk membalas sebuah kekerasan, bila demikian akan melahirkan kekerasan kekerasan baru, bila aparat akan menggunakan senjata melawan kelompok bersenjata di Puncak Jaya yang melakukan rentetan kekerasan, justru dikuatirkan tidak akan menyelesaikan masalah.

Kekerasan yang terjadi di Puncak Jaya entah dilakukan kelompok bersenjata TPN- OPM maupun kelompok bersenjata OTK yang terus menerus terjadi membuktikan bahwa pendekatan keamanan sudah tak mampu lagi membuat situasi Puncak Jaya lebih baik. “Selama ini bila ada kejadian kekerasan seperti di wilayah Pegunungan, cara yang dipakai adalah pengejaran, sementara pengejaran yang dilakukan terbukti membuat warga dihantui ketakutan hingga melarikan diri ke Hutan sementara pengejaran sendiri berekses pada masyarakat, jadi perlu suatu pendekatan yang lebih persuasif diluar mekanisme keamanan, untuk melakukan itu diperlukan kerjasama berbagai pihak,” ujarnya.

“Kerjasama itu melibatkan pimpinan lembaga Politik, lembaga Gereja, lembaga Adat dan pimpinan Adat Puncak Jaya harus dilibatkan secara aktif guna merumuskan langkah- langkah apa saja yang akan dilakukan, karena pendekatan kemanan justru berimbas pada rakyat sipil. Bila pihak terkait telah berkumpul, dapat dicari tahu siapa pelaku penembakan, apakah TPN-OPM atau OTK. Bila TPN-OPM, yang mana, bila ternyata OTK bersenjata, sebenarnya OTK bersenjata ini siapa mereka?
Ia menyarankan, dalam penyelesaian kasus kekerasan penembakan yang kerab terjadi, otoritas sipil diPapua maupun Puncak Jaya harus ambil peran yang lebih besar untuk duduk bicara. “ Saya pikir pihak kemanan harus lakukan penyelidikan yang lebih dalam atau investigasi mendalam untuk mengungkap siapa pelaku penembakan maupun dalang dari setiap penembakan entah diklaim TPN-OPM maupun OTK bersenjata. Dengan investigasi mendalam bisa dipastikan kelompok mana yang bermain, dari situ bisa diketahui, kalau OPM yang melakukan rentetan kekerasan penembakan, maka tawaran solusi bagi kelompok ini seperti apa dan bagaimana dicarikan jalan keluarnya,” katanya.

Bila yang melakukan itu kelompok OTK bersenjata, maka kelompok ini harus diungkap kepermukaan siapa mereka sebenarnya, apa kepentingan mereka berada di Puncak Jaya dan daerah pegunungan tengah seperti Timik, hal sama dilakukan juga kepada kelompok TPN-OPM. [Bintang Papua]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s