Zona Berita

Korban Konflik Maluku ‘Tiduran’ di Jalan


AMBON-Zona Damai: Puluhan pengungsi korban konflik Maluku tahun 1999 yang tergabung dalam Koalisi Pengungsi Maluku (KPM), Senin (12/3/12) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku. Mereka menuntut hak-hak yang belum tertanggani hingga lebih dari 10 tahun setelah peristiwa itu berlalu.

Dalam aksi ini, para pengungsi merebahkan diri di badan jalan di depan Kantor Gubernur Maluku. Mereka terpaksa melakukan aksi tersebut, sebab hingga 3 jam berorasi, Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu tak juga datang untuk menemui mereka.

Selain tidur di jalan, para pengungsi juga melampiaskan kekecewaannya dengan bernyanyi sambil menyindir Gubernur Maluku yang lamban menangani masalah pengungsi Maluku.

Sebelumnya, mereka sempat melontarkan desakan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku segera menyelesaikan hak mereka. “Kami menuntut pemerintah menuntaskan masalah pengungsi korban konflik 1999 silam. Hingga kini masih ada ribuan pengungsi dari sejumlah kabupaten dan kota di Maluku yang belum tertanggani pemerintah,” kata Koordinator aksi Maikel Lohenapessy.

Pengungsi lantas mengecam, sikap pemprov yang sengaja mengabaikan hak-hak pengungsi korban konflik 1999. Bahkan ada kebijakan diskriminatif dan tidak tepat sasaran. “Kita bukan pengemis, kita datang ke sini untuk menagih hak-hak kita sebagai pengungsi. Sudah 13 tahun kita dibiarkan terlantar, kami minta hak-hak kita sebagai pengungsi diberikan,” kata salah satu dari pendemo.

Demo ini sempat diwarnai kericuhan antara pengungsi dan aparat kepolisian. Para pengungsi mengamuk, karena tidak diizinkan masuk ke dalam gedung. Akibatnya salah seorang pengungsi bernama Zaenab (54) jatuh pingsan di depan pintu pagar Kantor Gubernur. Tidak terima kejadian tersebut, pengungsi yang sudah terbakar emosi lantas menerobos penjagaan aparat kepolisian dan masuk di Kantor Gubernur.

Setelah berorasi kurang lebih 4 jam, perwakilan pengungsi diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Ros Far-Far di ruang kerjanya. Kepada pengungsi, Sekda mengatakan, persoalan pengungsi korban konflik 1999 sudah diserahkan penanganannya kepada Pemerintah Kota Kabupaten di Maluku.

Ros berjanji akan segera menindaklanjuti tuntutan pengungsi kepada Gubernur Maluku. Setelah mendengar penjelasan Sekda, pengungsi langsung membubarkan diri. Sebelum berorasi di Kantor Gubernur, pengungsi sempat berunjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Maluku, namun karena tidak diterima, pengungsi menuju Kantor Gubernur Maluku. [KOMPAS.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s