Zona Berita

Freeport Diminta Serius Siapkan SDM Papua

Seorang anggota staf PT Freeport Indonesia, Kamis (2/2), melihat proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran.


TIMIKA-Zona Damai : Tokoh masyarakat suku Amungme, Yosep Yopi Kilangin, meminta PT Freeport serius mempersiapkan sumber daya manusia asal Papua sehingga suatu saat bisa memimpin perusahaan tambang emas, tembaga, dan perak itu.

Yopi mengatakan bahwa PT Freeport harus memiliki rencana strategis yang jelas untuk mempersiapkan SDM Papua agar tampil lebih maju. Yopi berharap suatu ketika warga Papua bisa memimpin di perusahaan yang sudah beroperasi lebih dari 40 tahun di Papua itu.

“Kita memang tidak mau muluk-muluk, namun harus obyektif dan realistis. Tapi mestinya harus ada planning yang jelas dari Freeport terhadap SDM Papua ke depan seperti apa,” kata Yopi kepada Antara, Minggu (11/3/2012) di Timika.

Ia mempertanyakan apa yang sudah dan sedang direncanakan oleh manajemen PT Freeport untuk mempersiapkan SDM Papua di sekitar areal tambang. Menurut Yopi, Freeport tidak cukup hanya menyediakan sarana dan prasarana pendidikan maupun beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa suku Amungme dan Kamoro serta suku-suku lain di sekitarnya.

“Kalau Freeport berdalih sudah menyediakan sarana-prasarana pendidikan untuk anak-anak asli sekitar tambang, itu bukan perencanaan strategis. Toh semua orang bisa berbuat hal yang sama. Pemerintah juga melakukan seperti itu. Tapi apa komitmen Freeport untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang yang hidup di Mimika bisa memimpin di perusahaan? Itu yang harus jelas, jangan sekadar propaganda,” kata mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009 itu.

Yopi merasa prihatin dengan konfigurasi manajemen PT Freeport saat ini di mana hampir tidak ada kader dari suku Amungme dan Kamoro yang duduk dalam jabatan sebagai pengambil keputusan di lingkungan perusahaan itu. Kondisi itu, kata Yopi, telah membuat harga diri warga menjadi tidak ada.

Ia berharap kepemimpinan Presiden Direktur PT Freeport yang baru, Rozik Soetjipto, dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat asli yang bermukim di sekitar areal tambang perusahaan itu. Yopi juga menyayangkan masa peralihan Presiden Direktur PT Freeport dari Armando Mahler ke Rozik Soetjipto justru membuat operasi perusahaan itu sempat terhenti sementara.

Terhadap kondisi itu, Yopi berharap Freeport lebih introspeksi ke dalam dan jeli menangkap pesan di balik berbagai peristiwa yang terjadi di Freeport akhir-akhir ini. “Saya kira ada pesan-pesan khusus di balik semua peristiwa yang terjadi ini. Saya berharap manajemen, karyawan, pemerintah, maupun semua unsur kepentingan harus lebih jeli dan mencoba untuk berembuk bersama untuk melakukan yang terbaik ke depan,” ujarnya. [Kompas.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s