Zona Berita

Satu Tentara Tewas, Dua Warga Sipil Terkena Serpihan Peluru

Jayapura-Zona Damai : Anggota TNI dari Satgas Yonif 751 AVT Nabire, Pratu La Ode Alwi akhirnya meninggal dunia setelah sebelumnya dikabarkan kritis akibat ditembak dari kelompok sipil bersenjata tak dikenal di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (8/3) pagi.

“Meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit Marthen Indey, Kota Jayapura, Papua pada pukul 14.05 WIT setelah dievakuasi dari Kota Mulia. Dugaan kuat dia meninggal akibat luka tembakan di kepalanya,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infateri Ali Hamdan Bogra, Kamis (8/3) sore.

Sebelumnya, Pratu La Ode Alwi tertembak di bagian kepala dan sempat kritis tak sadarkan diri. “Saat itu korban bersama rekannya menumpang kendaraan truk umum dari Kota Lama menuju Pos Penjagaan TNI di Kota Mulia. Saat jalan ke pos, mereka ditembak sekelompok orang bersenjata. Rekan korban berhasil lolos dan berusaha membantu korban,” kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhamad Erwin Safitri, ke wartawan, Kamis (8/3) siang.

Menurut Erwin, selain kelompok tak dikenal ini menembak anggotanya, tapi juga merampas senjata SS1 milik korban. “Saya selaku pangdam sudah perintahkan ke anggota mengejar pelaku yang melakukan rentetan penembakan ke korban. Tapi para pelaku belum bisa kami ketahui,” katanya.

Pangdam XVII Cenderawasih ini juga mengatakan, kasus penembakan ini tak ada kaitannya dengan rencana proses Pilkada yang akan berlangsung di Kabupaten Puncak Jaya. “Yang jelas kami di TNI tak mengenal yang namanya balas dendam. Sehingga untuk mengatasi persoalan ini, kami tetap akan melakukan soft power dan pendekatan kesejahteraan,” katanya.

Dari data yang didapat, penembakan ini terjadi pada Kamis, 8 Maret 2012, tepat pukul 10.00 WIT di depan Kios Cipta Jaya Kota Mulia. Tiba-tiba kelompok bersenjata tak dikenal yang jumlahnya diperkirakan lebih tiga orang, menghadang truk yang ditumpangi korban.

Saat itu, para pelaku kemudian memberondong tembakan ke arah korban dan langsung melarikan diri masuk hutan yang ada di sekitar lokasi kejadian. “Kelompok pelaku ini jelas adalah kelompok bersenjata. Mereka ini punya senjata laras panjang, punya pistol dan juga punya senjata rakitan,” kata Erwin.

Hanya saja saat para pelaku dikejar aparat keamanan, tenyata dua warga sipil terkena tembakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Polisi Wachyono membenarkan hal itu. ”Dua warga sipil ini tekena serpihan peluru. Kemerina Murib, terkena di dada dan paha. Sedangkan Okira Tabuni terkena serpihan di pelipis kiri. Mereka telah dievakuasi ke Jayapura untuk dirawat intensif,” katanya, Kamis (8/3).

Mengenai kronologis penembakan Pratu La Ode Alwi, kata Wachyono, saat itu korban berdiri di depan Toko Cipta Jaya di Kota Lama Mulia sambil menenteng senjata SS1. ”Tiba-tiba orang tak dikenal datang dan menembak korban sebanyak empat kali, dibagian pipi kiri, dagu kanan, hidung dan kepala. Pelaku mengeluarkan empat embakan dan semua mengenai bagian kepala korban,” katanya.

Menurut Wachyono, saat ini situasi Kota Mulia pasca penembakan sudah kondusif. ”Situasi sudah terkendali dan sebanyak 100 anggota Brimob ditempatkan di Puncak Jaya mem-back up anggota Polres setempat untuk menjaga kamtibmas. Kami juga minta seluruh anggota polisi di Puncak Jaya selalu waspada,” katanya.

Kodam XVII Cenderawasih berjanji akan menggunakan pendekatan komunikasi sosial kepada kelompok sipil bersenjata yang selama ini masih mengganggu keamanan di Puncak Jaya atau daerah lainnya di Papua. Panglima Kodam XVII Cenderawasih Muhammad Erwin Safitri menuturkan, pendekatan komunikasi sosial akan dikondisikan dengan program dari pemerintahan setempat, misalnya saja dengan pembangunan infrastruktur.

“Terserah program dari pemerintah, contohnya pembangunan infrastruktur kita punya kemampuan untuk membantu, ya untuk mem-back up. Saya tetap berprinsip untuk melakukan soft power, jadi pendekatan kepada masyarakat. Sementara ini kalau kita melihat di kota, berarti ada mereka bergabung dengan masyarakat dan kita ketahui disini hubungan kekerabatan itu cukup kuat ya,” katanya.

Panglima menambahkan, kelompok sipil bersenjata di Puncak Jaya masih ada dan sudah masuk ke dalam wilayah perkotaan di Kota Mulia. Bahkan kelompok itu sudah menggunakan senjata jenis SS1, senjata rakitan dan senjata hasil rampasan dari aparat keamanan setempat. Namun pihaknya tak menyebutkan berapa jumlah kekuatan kelompok yang dimaksud. [Jubi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s