Zona Berita

Kekerasan di Aceh Bukti Operasi Senjata Api Ilegal Gagal

JAKARTA-Zona Damai: Tewasnya empat warga sipil akibat aksi penembakan di Banda Aceh dan Bireuen dengan menggunakan senjata Api AK pada Sabtu (31/12) malam menjadi bukti gagalnya operasi penertiban senjata api ilegal oleh Polda Aceh.

Kriminolog Mulyana W Kusumah mengatakan aksi penembakan yang terjadi di Aceh bukan saja menunjukan lemahnya penanganan Kemananan dan Ketertiban, tetapi menjadi bukti bahwa operasi senjata api yang diklaim aparat Polda Aceh selama ini telah gagal.

“Ini pertanda bahwa operasi senjata api oleh aparat gagal. Peredaran Senjata api dalam konteks ini menjadi tantangan Polda Aceh,” tulisnya. dalam pesan singkat kepada Media Indonesia, Senin (2/1).

Menurut dia, hal ini memperkuat temuan Polda Aceh yang dalam laporan akhir tahunnya, yang menyebutkan bahwa sepanjang 2011 telah terjadi 120 kekerasan dengan menggunakan senjata api. Sebanyak 44 di antaranya menggunakan senjata api organik, dan hanya 24 kasus yang berhasil ditangani.

“Ini artinya tingkat penyelesaian kejahatan (crime clearance rate) relatif rendah, sementara diduga ratusan senjata api organic illegal masih beredar,” ungkap Mulyana.

Termasuk, kata dia, peranan oknum aparat keamanan maupun mantan aparat yang sering kali menjadi bagian dari aksi kekerasan harus betul-betul ditertibkan dan ditindak tegas.

“Maka itu polda dalam melakukan operasinya harus betul-betul terorganisasi dan berkesinambungan. Tidak bisa setengah-setengah dan sporadis, termasuk menindak tegas kalau ada aparat yang terlibat,” ujar Mulyana.

Maka itu, kata dia, sudah saatnya Polda Aceh menggelar operasi khusus penertiban senjata api ilegal. Pada saat yang sama pengusaha yang mempekerjakan buruh harus memberikan proteksi penuh dalam bekerja.

Keamanan dan Ketertiban di Aceh, kata dia, harus betul-betul terjamin mengingat Aceh saat ini sedang dalam tahapan Pemilukada, agar tidak terjadi lagi ancaman atau situasi tidak kondusif yang makin memperkeruh suasana politik Aceh.

Seperti diketahui, Sabtu malam saat pergantian tahun, empat orang tewas dalam dua aksi penembakan yang terjadi di Banda Aceh dan Bireuen. Penembakan terjadi di sebuah toko boneka di Jalan T Iskandar, Ule Kareng sekira pukul 21.00 WIB.

Aksi penembakan juga terjadi di Bireuen. Dalam penembakan ini, tiga orang tewas dan enam lainnya mengalami luka. Menurut informasi, para korban adalah pekerja asal Jember, Jawa Timur.

Penembakan terjadi di mes tempat para korban bekerja, saat mereka sedang beristirahat. Pelaku diduga menggunakan senjata api AK.
[MICOM]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s