Zona Berita

Saling Sandera akan Warnai Situasi Politik 2012

ilustrasi Matanews.com

JAKARTA-Zona Damai : Kondisi politik di tahun 2012 diprediksi semakin memanas. Konflik politik dan hukum masih akan terus terjadi. Hal ini lantaran, sistem politik sandera yang terjadi sejak 2009 tidak pernah dituntaskan. Akibatnya, stabilitas perpolitikan yang seharusnya mampu menopang iklim investasi bisnis yang baik tidak terbentuk.

Wasekjen DPP PAN Wahyuni Refi mengatakan, memang susah untuk mencari alasan bahwa ke depan politik hukum akan kondusif. Tetapi kalau dicermati, harusnya antara politik dan hukum harus menjadi hal yang terpisah.

“Tetapi kenyataannya memang sekarang ini bias karena sering ada keterkaitan antara politik dan hukum. Sering juga ada intervensi, dan hukum tidak untuk mendatangkan keadilan,” katanya saat diskusi Meneropong Kondisi Politik Hukum 2012, di Kantor Indonesia Political Institute (IPI), Jakarta, Rabu (21/12).

Hadir dalam diskusi itu selain antara lain pengamat politik dari LSI Burhanuddin Muhtadi, dan Ketua DPP Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin.

Menurut mantan ketua presidium GMNI itu, munculnya kegaduhan politik dan hukum bisa disimpulkan karena tidak adanya supremasi hukum. Kenapa supremasi hukum susah ditegakkan? Karena ada keterlibatan elite politik.

“Benar bahwa yang terjadi saling menyandera, dan hal ini sangat kontraproduktif bagi kemajuan negeri ini ” ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, sekarang ini sepertinya politik yang menjadi panglima. Padahal, negara ini adalah negara hukum yang semuanya harus mengacu pada proses hukum. “Menurut saya kasus-kasus besar itu hanya ekses dari semua itu karena kita tidak menempatkan hukum sebagai panglima,” jelasnya.

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ke depan hampir tidak ada celah untuk terjadinya situasi politik yang kondusif. Imbas politik sandera yang diterapkan oleh Presiden SBY sejak 2009 pasti akan terus mewarnai hingga 2014.

“Imbas politik hukum 2009 sampai 2014. Tetap akan ada tarik menarik kepentingan elite, dan dari tahun ke tahun akan terus meningkat karena dibumbui pertarungan kepentingan politik,” kata Burhanuddin.

Ada beberapa faktor yang menurut Burhanuddin, membuat kondisi politik hukum bakal semakin tegang. Pertama adalah karena kegagalan Presiden SBY dalam mendisiplinkan koalisi. Karakternya yang tidak tegas menyebabkan semua partai koalisi bermanuver sesuai kepentingan politiknya.

“Pak SBY memang punya kekuatan enam parpol di koalisi. Tetapi secara riil hanya Demokrat, PKB, dan PAN. Karena dua koalisi lain yakni Golkar dan PKS tetap tidak bisa dikendalikan. Parahnya dua partai ini mampu memainkan peran-peran penting di parlemen,” ungkapnya.

Sedangkan yang kedua, lanjutnya, dari sisi hukum Presiden SBY tidak memposisikan diri sebagai panglima dalam melakukan pemberantasan korupsi. Dinamika hukum yang terkesan saling sandera tetap dibiarkan, bahkan SBY terkesan lari dari tanggungjawabnya sebagai kepala negara.

“Kita bisa melihat secara nyata bahwa Pak SBY tersandera kasus Bank Century, lalu Golkar dengan kasus Lapindo, PDIP dengan kasus BLBI, dan PAN dengan kasus hibah kereta dari Jepang dan sekarang ada kasus mafia anggaran Wa Ode Nurhayati. Semua partai punya kartu truf,” ungkapnya.

Kondisi itu, lanjut dia, akan semakin dipanaskan oleh perebutan kepentingan dalam segala kebijakan dan pemilihan pos-pos strategis yang hampir semuanya melibatkan elite parpol. Sekarang ini, kata dia, semua posisi ditentukan oleh kekuatan politik sehingga semakin menempatkan sehingga sangat sulit untuk bisa mengharapkan penegakan hukum secara tuntas.

“Karena tidak ada satupun posisi yang tidak melibatkan pintu parpol, ini sangat luar biasa sehingga susah untuk penegakan hukum,” tegasnya.

Untuk situasi yang seperti itu, kata dia, ke depannya yang masih perlu diharapkan adalah dorongan dari civil society. Hal itu, penting untuk menjaga kualitas keputusan-keputusan politik yang semuanya melibatkan parpol. [ JPNN ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s