Zona Berita

DPR Aceh dapat Rapor Merah

Banda Aceh–Zona Damai : Mahasiswa Gayo memberikan ‘rapor merah’ kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), karena selama 2,5 tahun menjabat wakil rakyat tidak mampu mengemban amanah dan tugas yang telah diberikan.

Dalam unjukrasanya di depan Gedung DPRA, Selasa (20/12), puluhan mahasiswa asal Gayo Lues ini juga membakar sebuah keranda mayat bertuliskan ‘DPRA Mati’. Itu mereka lakukan sebagai simbol bentuk kekecewaan minimnya prestasi para wakil rakyat selama ini.

Selain itu, mereka juga turut memblokir pintu masuk ke Gedung rakyat. Puluhan aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun terlihat, sudah sejak pagi disiagakan untuk menjaga agar aksi tidak berlangsung anarkis. ”Kita kecewa kepada DPRA dan hari ini kami sedikit mengetuk dan mengutuk kinerja buruk anggota dewan,” kata Koordinator Aksi, Herman, dalam orasinya. Lebih lanjut, Herman mengatakan, seharusnya wakil rakyat, khususnya mereka yang berasal dari daerah pemilihan dataran Tinggi Gayo, dapat benar-benar melaksanakan fungsi pengawasan atas pembangunan yang ada di Aceh. Terutama pembangunan di kawasan Gayo atau bagian Tengah Tenggara Aceh, hal itu, sebagai wujud pro terhadap rakyat.

Namun selama ini, menurut penilaian mereka, sebagai wakil rakyat, anggota DPRA belum menunjukkan kinerja terbaiknya, sehingga sangat pantas diberikan penilaian buruk. “Kedepan, jika memang masih tidak mampu mengemban amanah dan tugas yang diberikan, seluruh anggota dewan harus secara sukarela mengundurkan diri dan digantikan oleh mereka yang memang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat,” teriak Herman lagi.

Minimnya prestasi dewan, khususnya menyangkut dengan pembahasan qanun, menurut mereka, lantaran selama ini tidak fokus pada kinerjanya melainkan sibuk mengurusi persoalan kisruh payung hukum Pemilihan Umum Kepada Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada). Padahal, masih ada urusan lain lebih penting dari pada mengurusi persoalan politik semata. Seperti diketahui, kurang lebih terdapat 59 qanun Aceh, amanah Undang – Undang Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, namun, sampai 17 Oktober 2011 kemarin, baru 30 qanun ya berhasil dicapai persetujuan bersama.

Masih terdapat 29 qanun, sisa prioritas lima tahun belum dibahas atau belum ada persetujuan bersama untuk disahkan. Ini termasuk qanun APBA, qanun perubahan APBA dan qanun perhitungan APBA. Sementara itu, dari 11 Rancangan Qanun inisiatif dewan pada 2011, baru satu disampaikan ke eksekutif yaitu Raqan tentang perubahan qanun tata cara pembentukan qanun.

Selang beberapa saat kemudian, Ketua DPRA Hasbi Abdullah didampingi Wakil Ketua Amir Helmi menjumpai para pengunjukrasa. Keduanya menerima secara langsung ‘rapor merah’ diserahkan mahasiswa. Menindak lanjuti permintaan mahasiswa, Hasbi Abdullah menyatakan akan menampung berbagai aspirasi yang disampaikan dan menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembahasan berbagai raqan prioritas. Bukan hanya itu, dewan juga serius mengawasi berbagai pembangunan yang sedang dilakukan di seluruh Aceh agar dapat segera dinikmati oleh rakyat Aceh. [Harian Aceh]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s