Zona Humaniora

Reuni Para Veteran Akan Warnai HUT Trikora Ke 50

Dr.H.Toni Wanggai (kanan), Direktur Eksekutif PaPeDa Instiutute

JAYAPURA—Zona Damai : Untuk memeriahkan dan mengenang perayaan tahun emas HUT Trikora ke-50 pada hari ini tanggal 19 Desember 2011, lembaga Papua Peace and Development Action (PaPeDA) Institute yang dipimpin oleh Dr.H. Toni Wanggai,MA sebagai Direktur Eksekutif dan Frans Tanate, A.Pi, sebagai Sekretaris Eksekutif, akan membuat lomba Yosim Pancar bagi pemuda Papua dan Malam Temu Kangen Keluarga Veteran Trikora, sekaligus pembagian bingkisan Natal dan Tahun Baru yang akan dilaksanakan di Hotel Aston Jayapura pada Senin (19/12) malam.

“PaPeDA Institute mengadakan HUT Trikora ke-50 dalam rangka pertama, sebagi wujud rasa syukur dan kilas balik atas sejarah perjuangan para pahlawan Indonesia dan khusus pejuang veteran Trikora dalam pembebasan merebut Irian Barat dari penjajah Belanda. Kedua, membangkitkan semangat untuk melanjutkan visi, misi dan harapan para pejuang Trikora dalam sejarah integrasi Irian Barat kedalam wilayah NKRI. Ketiga, ucapan terima kasih kepada para pejuang Trikora dan keluarganya yang berkorban demi bangsa dan negara, tanah air Indonesia terecinta,” terang Toni.

Dalam ajang temu kangen atau bisa dibilang reuni bagi para veteran ini menurut Toni sangat disambut antusias oleh para veteran. “Saya sudah temui beberapa tokoh veteran yang ada, dan mereka sangat berterima kasih dengan acara ini karena belum pernah ada pihak yang mengadakan acara seperti ini,” katanya. Malam Temu Kangen ini sendiri kata Toni rencananya akan dihadiri oleh Pangdam XVII Cendederawasih, Kapolda Papua dan Gubernur Provinsi Papua. “Perlu diketahui bahwa jumlah anggota veteran Trikora dan Perera saat ini, tercatat pada kantor Legiun Veteran Republik Indonesia Provinsi Papua, sebanyak 2206 orang, untuk kota Jayapura saja terdata ada 330 anggota veteran,” sebutnya.

Sedangkan dasar pelaksanaan acara ini seperti yang diungkapkannya adalah untuk memberikan apresiasi kepada para pejuang Trikora dan keluarganya dalam perjuangan membebaskan Irian Barat/Papua dari kolonialisme Belanda.

“Selama ini sebahagian dari generasi muda kita yang luntur nasionalime ke-Indonesia-an karena tidak memahami sejarah perjuangan para pahlawan kita secara integral dan komprehensif dalam pembebasan Irian Barat dalam pangkuan ibu pertiwi Tanah Air Indonesia,” ujar Toni, ia juga menambahkan kalau sejarah Trikora lahir dalam konfrensi besar bangsa Indonesia untuk membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda, ditandatangani oleh Presiden Soekarno, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Pimpinan Besar Revolusi Indonesia (APRI) atau sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat, dalam suatu Rapat Raksasa di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1961.

Operasi Trikora atau disebut juga Operasi Pembebasan Papua adalah konflik terbuka Indonesia-Belanda untuk memperebutkan Papua Barat. Konflik itu berlangsung singkat, yakni dua tahun (tahun 1961-1963). Konflik ini terjadi 17 tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.

Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962, berkedudukan di Makassar dengan Panglima Komando Brigadir Jenderal Soeharto. Langkah pertama yang dilakukan adalah merealisasikan tuntuntan TRIKORA atau Tri Komando Rakyat. Operasi Trikora adalah sebuah operasi rahasia yang dijalankan untuk menyusupkan sukarelawan ke Papua bagian barat.

Waktu itu, Toni bercerita bahwa Presiden Soekarno telah memberikan instruksi kepada Angkatan bersenjata dan seluruh rakyat Indonesia untuk setiap waktu tetap menjalankan kewajiban membebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu kolonialisme Belanda, untuk melaksanakan Tri Komando Rakyat (Trikora)yang isinya sebagai berikut.
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua bentukan Belanda Kolonial,
2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia,
3. Bersiaplah untuk memobilsasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
“Semoga Tuhan Yang Esa memberkati perjuangan kemerdekaan Indonesia,” demikian seruan Presiden Soekarno di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1961, yang ditirukannya.

Ia pun terus menambahkan bahwah langkah pertama dari Trikora adalah pada tanggal 2 Januari 1962, Presiden Soekarno menunjuk Mayjen Soeharto (Presiden RI ke-2) sebagai Panglima Mandala yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengerahkan kekuatan ABRI sebanyak 74.649 prajurit.

Pada tanggal 15 Januari 1962 Comodor Yos Soedarso dan Kapten Wiratno dengan menggunakan Kapal Perang Macam Tutul gugur dalam pertempuran di laut Arafura. Sedangkan Mayor TNI Benny Moerdani mampu merebut Papua diawali dari Merauke. Dan bapak Adam Malik (mantan wakil Presiden) berhasil melakukan loby-loby internasional di PBB. Akhirnya secara de facto pada tanggal 1 Mei 1963, wilayah Irian Barat/Papua masuk ke sebagain bagian integral Indonesia.

“Demikian sejarah singkat tentang sejarah Trikora, semoga dengan perayaan HUT Trikora ke-50, generasi muda Indonesia, khususnya Papua, semakin memahami sejarah integrasi Papua dan terbangun semangat nasionalisme Indonesia,” imbuh Toni, “Ke depan memang masih banya pekerjaan rumah di era otsus ini di Tanah Papua. Dan PaPeDA Institute siap memberikan kontribusi pemikiran dan tenaga dalam pembangunan Papua yang berkeadilan, sejahtera dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara lomba Tari Yospan akan diadakan di Plaza PTC pada pukul 09.00 WIT dan akan diikuti oleh 20 group Tari Yospan ini menurut Toni akan dibuka langsung oleh Dandim 1701 Jayapura. “Alasan memilih lomba tarian Yospan, karena tarian ini mempunyai nilai historis semangat perjuangan, tarian Yospan muncul ketika era transisi perebutan Irian Barat/Papua masuk ke dalam wilayah NKRI,” terangnya.
Lomba Tari Yospan ini sendiri akan memperebutkan Tropi PaPeDA institute dan uang pembinaan yang diutarakan Toni sebagai motivasi pembangunan generasi muda Papua. [ Binpa ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s