Zona Wisata

50 Ribu Wisatawan Kunjungi Tugu Khatulistiwa


PONTIANAK-Zona Damai : Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mencatat sepanjang tahun ini sebanyak 50.000 wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara berkunjung ke Tugu Khatulistiwa.

“Kami berharap jumlah pengunjung ke Tugu Khatulistiwa pada tahun-tahun mendatang lebih banyak lagi sehingga turut serta dalam menyukseskan Visit Kalbar,” kata Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi di Pontianak, Sabtu (17/12).

Ia berharap, peristiwa titik kulminasi yang hanya terjadi dua kali setahun, yakni pada Maret dan September, di Tugu Khatulistiwa dapat lebih diperkenalkan lagi. Dengan demikian bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjunginya. “Apalagi Pontianak memiliki Sungai Kapuas yang terpanjang di Indonesia, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi,” kata Paryadi.

Ia berharap hal sama juga dilakukan oleh pengurus Keraton Kadriah agar mencatat jumlah tamu yang berkunjung sehingga bisa diekspose dan memicu para tamu dari luar untuk mengunjungi Keraton Kadriah Pontianak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mengagendakan peristiwa titik kulminasi matahari dalam salah satu event Visit Kalbar 2011. Pada saat peristiwa titik kulminasi matahari terjadi, benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat adanya bayangan karena matahari berada tegak lurus di atas kepala yang hanya terjadi pada 21 – 23 Maret dengan titik kulminasi tepat pukul 11.50, dan 21 – 23 September dengan titik kulminasi tepat pada pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Pesona kulminasi matahari yang terjadi bulan Maret dan September ini, selalu tidak pernah sepi pengunjung. Wajar saat kulminasi, selalu banyak masyarakat yang tertarik menyaksikan fenomena alam tersebut.

“Untuk titik kulminasi nol derajat yang letaknya di tengah-tengah kota itu hanya ada di Kota Pontianak,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji, mengawali sambutannya menjelang detik-detik matahari berkulminasi. Meskipun di 10 negara lain kulminasi matahari ada, tapi tidak berada tepat di tengah-tengah kota.

Sutarmidji mengungkapkan, kulminasi matahari ini merupakan aset wisata dan ilmiah yang ada di Kota Pontianak. Sebab itu, dia menginginkan aset ini dikelola secara baik, namun kendalanya lahan di kawasan Tugu Khatulistiwa ini bukan merupakan aset Pemkot melainkan aset TNI.

“Dan mudah-mudahan sekalipun tidak kita miliki, tahun depan ketika Bapak Ibu berkunjung ke sini, kawasan ini sudah ada perubahan yang berarti,” katanya. [ Ant / MICOM ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s