Zona Berita

Kapolda: Tak Ada Pembantaian 30 Orang

BANDAR LAMPUNG — Zona Damai : Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Jodie Rooseto menyatakan, pihaknya sudah mengecek lapangan yang disebut-sebut sebagai lokasi konflik yang menewaskan 30 orang di Mesuji.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Komisi III DPR RI di Aula Markas Polda Lampung, Sabtu (17/12/2011) malam, ini, Jodie melaporkan, hasil pengecekan itu, pihaknya tidak menemukan lokasi yang disebut ada pembantaian terhadap 30 orang itu.

“Kepentingan siapa (mengeluarkan isu) itu, saya tak tahu,” kata Jodie.

Ia kemudian menjelaskan bahwa memang ada dua kali bentrokan antara warga dan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pertama terjadi tahun 2010 dan satu tahun 2011 dengan korban seorang tewas.

Rombongan Komisi III DPR bersama sejumlah wartawan yang dipimpin Wakil Ketua Aziz Syamsudin tiba dari Jakarta petang tadi dan selanjutnya akan menuju lokasi konflik di Mesuji dini hari besok.

Selain Komisi III DPR RI, dari Jakarta Komnas HAM hari ini juga menuju Mesuji.

Fakta Baru

Fakta baru terungkap, salah satu adegan sadis pemenggalan kepala warga yang ditampilkan dalam video “Pembantaian Mesuji” ternyata juga diambil dari konflik di Thailand selatan. Hal itu dilansir kantor berita CBSNews yang ditulis 16 Desember 2011.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Mesuji Denny Indrayana menyatakan, timnya akan menelusuri kebenaran video tersebut. Dia mengatakan, tim bentukan pemerintah tersebut tak bisa langsung menyimpulkan kebenaran sejumlah gambar dalam video itu.

“Benar atau tidak benar akan jadi bagian yang akan diverifikasi. Kami belum sampai pada kesimpulan karena kami memang sama-sama membaca katanya ada beberapa bagian yang diambil dari video di Thailand. Kami akan lihat. Saya tidak bisa mengatakan itu benar atau salah. Akan kami verifikasi,” ujar Denny saat akan menghadiri pertemuan TGPF di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Sabtu (17/12/2011).

Seperti diberitakan, di dalam berita yang menganalisis isi video pembantaian Mesuji yang tersebar luas di dunia maya ini terungkap bahwa salah satu adegan video ini diambil di Thailand selatan. Para pelaku pembantaian yang terlihat memakai celana loreng, bersenjata laras panjang, dan mengenakan penutup muka ini ternyata adalah para anggota separatis Pattani yang terkenal terlibat konflik SARA di negeri itu.

Dalam adegan video yang digabungkan pula dengan pembunuhan sadis di Sodong, Ogan Komering Ilir, ini, CBS meyakini bahwa itu terjadi di Thailand berdasarkan bahasa dan dialek yang digunakan, yaitu Melayu Pattani. Dalam video itu, para pelaku sengaja menunjukkan aksi membunuh sambil meneriakkan “Islamiyah Fathoni Darussalam”, lalu muncul kata-kata “Merdeka”. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait di Indonesia mengenai hal ini.
[ KOMPAS.com ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s