Zona Wisata

Banda Aceh, Menuju Bandar Kopi Dunia

Khairun Nisa (17) - duta Putri Kopi Aceh

Zona Damai : Kopi termasuk salah satu sarana penunjang pariwisata dan minuman hiburan popular yang bernilai strategis. Tidaklah heran, saat ini kopi menjadi suguhan wajib di restoran, café, bahkan hotel di negara-negara maju di dunia.

Karena alasan inilah, Pemerintah Kota Banda Aceh, dengan segenap potensi berusaha mempromosikan dan merintis kota ini sebagai pusat perdagangan atau bandar dagang kopi dunia di masa depan.

Untuk menunjang program tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh gencar melakukan promosi verbal tentang kedahsyatan kopi Aceh, salah satunya menggelar Festival Kopi Aceh sejak 25 hingga 27 November 2011. Tujuan even ini sangat jelas, agar kopi Aceh semakin mendunia.

Pada ajang yang bertajuk “Kopi Aceh Untuk Dunia”, berbagai produk olahan kopi Aceh ditampilkan. Selain bertujuan untuk mempromosikan kopi Aceh ke dunia internasional, festival itu juga bermaksud agar rasa bangga dan kecintaan terhadap produk lokal tumbuh di kalangan masyarakat Aceh.

Jemur Kopi Gayoh

Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, Pemko terus mempromosikan dan mempertahankan eksistensi kopi Aceh ke mancanegara serta mengupayakan produksi kopi di seluruh Aceh dipusatkan dan dipasarkan di Banda Aceh.

“Dengan begitu, mata rantai ekonomi dan sektor pariwisata secara beriringan akan berlangsung dinamis dan menjadi kekuatan pendongkrak pendapatan petani maupun pengusaha kopi,” paparnya.

Apa yang disampaikan Illiza tentunya bukan mimpi belaka, apalagi Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar ketiga dunia setelah Vietnam dan Brazil. Sementara Aceh adalah penghasil kopi terbesar, yakni sekitar 40% biji kopi kualitas premium dari total panen di Indonesia. Dengan besarnya potensi yang ada, telah menjadikannya sebagai salah satu komuditas unggulan kedua setelah Migas.

Negara tujuan ekspor kopi tahun 2011 adalah Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Swedia, Jepang, Kanada, Mexico, Selandia Baru, Irlandia dan Belgia. Khusus yang terbesar adalah ke Eropa dan Amerika, yakni 4000 ton atau 200 kontainer.

Data Disperindagkop dan UKM Aceh menunjukkan volume ekspor (Januari-Maret) sebanyak 3,1 juta ton atau meningkat 75% dari sebelumnya 1,7 juta ton. Sementara realisasi nilai ekspor 17 juta dolar AS atau naik 136% dibanding triwulan sebelumnya yang berkisar 7,4 juta dolar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi menambahkan, Festival Kopi Aceh itu merupakan rangkaian kegiatan Visit Banda Aceh Year 2011 dan sebagai apresiasi terhadap pengusaha, lembaga serta masyarakat yang berperan memajukan dan menjaga budaya positif minum kopi.

“Selain apresiasi terhadap mereka, kita juga ingin kekonsistenan dan motivasi memajukan kopi Aceh tetap terjaga. Kita juga harapkan Festival Kopi ini akan menjadi agenda rutin agar para penikmat kopi dari berbagai dunia hadir setiap tahun ke Banda Aceh. Selain menikmati kopi, mereka bisa bertemu langsung dengan perajin dan pengusaha warung kopi,” sebut Reza.
[ Harian Aceh ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s