Zona Berita

5 Tersangka Makar Kongres Rakyat Papua Siap Diajukan ke Pengadilan

Jayapura–Zona Damai : Kepolisian menyerahkan lima tersangka kasus makar dalam Kongres Rakyat Papua 3 ke Kejaksaan Negeri Jayapura. Mereka diserahkan berikut berkas dan barang buktinya. Jaksa Penuntut Umum, Maskel Rambolangi mengatakan, Kejaksaan segera membuat surat dakwaan untuk kemudian kelima tersangka, dan dalam waktu dekat segera diajukan ke persidangan.

“Hari ini sudah diserahkan perkara makar yang terjadi 19 oktober dan kami Kejaksaan sudah menerima dari penyidik Polda.(Mereka mau dibawa kemana?) ya kami konfirmasi dulu dengan pimpinan di Kejaksaan Negeri Jayapura dulu.(Mereka minta ditahan dimana?) mereka minta ditahan di LP jayapura gitu.” Tegas Maskel Rambolangi.

Sementara itu, Gustaf Kawer SH salah seorang kuasa hukum Forkurus mengatakan, pihaknya menilai penyidik kepolisian tetap memaksakan bahwa ke-5 tersangka ini telah melakukan tindakan makar, padahal penyidik kepolisian sebenarnya harus terlebih dahulu melihat kronologis peristiwa tersebut dari awal. Pasalnya, sebelum dilangsungkan kegiatan Kongres Rakyat Papua (KRP) III pihak panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada aparat kepolisian serta surat yang ditujukan kepada Menkopolkam untuk memohon izin untuk menjadi keynot speaker pada KRP III ternyata Menkopolkam setuju sekaligus menunjuk Dirjen Kemendagri untuk membuka KRP III di Jayapura.

“Logikanya begini masa orang makar mau melawan negara kok ada surat kepolisian dan Menkopolkam,” ujarnya.
Kata dia, walaupun pihak penyidik kepolisian menyatakan berkas pemeriksaan Forkorus Cs sudah lengkap, namun pihaknya akan mengajukan sejumlah complain antara lain tindakan yang dilakukan cliennya bukan tindakan makar tapi suatu kegiatan untuk menyampaikan pendapat yang dijamin oleh Deklarasi Umum Hak Hak Asasi Manusia, Konvensi Hak Sipil dan Politik dan Ekosob.

Sebelumnya lima tersangka, Selfius Bobii, Forkorus Yoboisembut, Edison Waromi, August Kraar dan Dominikus Sirabut dituding melakukan aksi makar setelah mendeklarasikan Negara Federasi Papua Barat dalam Kongres Papua 3 pertengahan Oktober lalu. Mereka dijerat pasal KUHP tentang makar dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [ KBR 68H & Binpa ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s