Zona Berita

Merah Putih Berkibar di Markas OPM

JAYAPURA-Zona Damai : Setelah berhasil diduduki aparat keamanan, bendera merah putih berkibar di Markas OPM Eduda Paniai Papua, menggantikan bendera bintang kejora. Selanjutnya Markas OPM itu akan dijadikan Pos Polisi.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu 14 Desember mengatakan, pasca pendudukan markas OPM Kodam wilayah IV pimpinan Tadius Magay Yogi, di Gunung Eduda, saat ini aparat keamanan bersiaga di lokasi.
‘’Anggota masih melakukan strerilisasi lokasi, dan helikopter Polri Bell sudah bisa mendarat di sana,’’ujar Wachyono.

Kata Wachyono, pihaknya juga masih mengumpulkan sejumlah barang bukti senjata dan dokumen OPM yang ditinggalkan kelompok separatis itu, saat terjadi kontak senjata dan pendudukan.
‘’Ada sejumlah barang bukti milik OPM yang berhasil disita dan saat ini sedang diamankan,’’jelasnya.

Markas OPM Eduda diserang, tandas Wachyono, karena sejak dipimpin Johhn Magay Yogi (anak kandung Tadius Yogi) kerap melakukan aksi penyerangan dan perampasan senjata api milik aparat keamanan.
‘’Pasca John Yogi menggantikan bapaknya memimpin OPM Paniai, aksi penyerangan terhadap aparat sering tejadi, seperti perampasan senjata dan penyerangan salah satu Polsek 16 Agustus lalu dan pembakaran jembatan di Paniai Timur, dia diduga berada dibalik aksi itu,’’paparnya.

Kekuatan OPM Paniai diperkirakan ratusan orang dan senjata api juga ratusan pucuk.

Meski sudah berhasil menduduki markas OPM, aparat keamanan di Paniai saat ini meningkatkan kewaspadaan, pasalnya kemungkinan ada serangan balasan. ‘’Kami mewaspadai aksi balasan, mereka bisa saja menyerang polsek atau pos-pos Polisi yang ada dipelosok, sehingga meminta seluruh anggota untuk selalu siaga. Jika melakukan patroli, anggota yang memiliki senjata tidak diperbolehkan sendirian,’’ tegsanya.

Sementara Kapolres Paniai AKBP Jannus Siregar mengatakan, aksi baku tembak masih berlangsung hingga hari ini. ‘’Tadi mereka masih mencoba menyerang dengan menembaki personil yang saat ini berada di Eduda, namun, aksi dibalas, mereka pun kembali lari masuk hutan,’’ucapnya.

Kata dia, untuk mobilisasi anggota dan logistik menuju Gunung Eduda, pihaknya menggunakan helikopter. ‘’Kami menggunakan heli menuju dan keluar dari sana,’’paparnya.

Sementara itu menurut warga disekitar, sejak Selasa 13 Desember, sampai Rabu pagi, aparat keamanan terus mendroping pasukan TNI Polri ke lokasi. Akibatnya, warga ketakutan dan mengungsi.

‘’Pasukan TNI dan Polri teus didrop sejak kemarin, bahkan masih terjadi kontak senjata di beberapa tempat dan ratusan warga ketakutan yakni di desa uwamani ada 5 jemaat Kingmi 1 jemaat katolik 2. Desa badauwo 2 jemaat kingmi dan 2 katolik, 3.desa toko ada 2 jemaat kingmi 2 jemaat katolik 4.desa dagouto semua jemaat kingmi 5. desa kubiyai 2 katolik dan 2 kingmi 6.desa dei kingmi 2 jemaat. anak-anak juga tidak sekolah,’’terangnya. [ Binpa ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s