Zona Sejarah

IJ Kasimo Digelari Pahlawan Nasional

IJ. Kasiomo


JAKARTA-Zona Damai : Kalangan Gereja Katolik mensyukuri penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Ignatifus Josef (IJ) Kasimo. Karena itu, mereka akan menyelenggarakan misa (ekaristi) pada Kamis 1/12/1201) di Gereja Katedral Jakarta.

Misa itu akan dilakukan secara konselebrasi dengan selebaran utama Wakil Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignasius Suharyo didampingi Sekjen KWI Mgr J Pujasumarta dan Ketua Komisi Keluarga KWI Mgr Michael Cosmas Angkuf OFM serta para imam.

“Ini merupakan pernyataan syukur kami umat Katolik Indonesia. Bahwasannya Pak Kasimo mendapat amanat dari Tuhan Allah untuk mengabdi kepada Indonesia, dengan nilai-nilai yang beliau hayati,” kata penyelenggara acara itu, Hary Tjan Silalahi di Jakarta.

Kasimo, kata dia, telah menemukan medan perjuangan paling tepat pada zamannya. Untuk menanggapi desakan kemerdekaan pada masa itu. Dia juga berhasil membawakannya dalam nafas iman selaku seorang Pendiri PKRI (Partai Katolik Republik Indonesia).

“Umat Katolik Indonesia meyakini, ini semua merupakan kekayaan Gereja yang selayaknya dipersembahkan kepada tanak air dan bangsa Indonesia. Keyakinan perjuangan Kasimo juga menabalkannya kepada semboyan terkenal: “SALUS POPULI SUPREMA LEX” yang berarti kepentingan umum adalah kepentingan paling utama. Semboyan yang selalu beliau dengungkan itu, tentu saja dalam pemahaman kepentingan publik yang masih murni pada masa perjuangan kemerdekaan,” imbuh sesepuh di CSIS itu.

Dia melanjutkan, “Semua rakyat Indonesia menjadi dituntun kepada nilai-nilai Keadilan, Hak Asasi Manusia, Pengembangan Pribadi, dan Menuju pada Kesejahteraan. Lebih dari sekadar tolok ukur kemakmuran makro, tetapi mampu mengarah kepada cita-cita kesejahteraan insani yang mikro.”

Mgr Ignasius Suharyo dalam homili perayaan misa syukur mengatakan, keterlibatan Kasimo dalam perjuangan identik dengan pengorbanan, baik harta benda maupun jwa raga. Nilai pengorbanan dalam berpolitik, harus menjadi panggilan dan diwariskan kepada bangsa Indonesia.

”Kasimo terlibat dalam partai politik. Politik yang digunakan sebagai sarana perjuangan bukan tujuan. Keterlibatan dalam pergerakan kemerdekaan dan partai politik itu identik dengan pengorbanan harta benda dan jiwa raga. Sebuah nilai pengorbanan yang harus menjadi panggilan dalam berpolitik yang jauh dari pamrih pribadi. Nilai pengorbanan itu juga perlu diwariskan. Berbeda dengan saat ini cara-cara berpolitik yang jauh dari nilai-nilai pengorbanan,” ungkapnya. [ Suara Pembaruan ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s