Zona Berita

Pengibar BK di Timika, Diproses

JAYAPURA-Zona Damai : Pelaku insiden pengibaran Bintang Kejora (BK) di Mimika, Papua tetap akan diproses hukum. UNtuk saat ini aparat kepolisian setempat sudah memeriksa 5 saksi tambahan untuk mengungkap pelaku.
Demikian Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Polisi Wachyono ketika menyampaikan keterangan pers terkait situasi di Papua di Mapolda Papua, Jayapura, Jumat (2/12).

Dikatakan, ke-5 orang itu masing-masing, Larius Dolame, Norbertus Timang, Marel Magai, Eli Maiseni dan Marinus Pigai. Saat ini kelimanya diperiksa di Polres Mimika. serta barang bukti berupa, 1 tiang pohon pinang, dua lembar bendera bintang kejora dari kain dan satu bilah pisau.

Sehari sebelumnya sekitar pukul 11.00 WIT ratusan orang berkumpul di Lapangan Timika Indah untuk memperingati 50 tahun Papua Merdeka. Kepolisian setempat mengaku massa tersebut tidak memiliki ijin berkumpul apalagi melaksanakan ibadah untuk perayaan HUT Bangsa Papua.

Saat itu, massa mulai berkumpul dan kemudian mengibarkan satu bendera Bintang Kejora yang diikat di tiang, sementara dua bendera lagi digunakan untuk menari-nari dan berputar di lapangan.Polisi mengklaim tidak ada korban jiwa dalam pengamanan tersebut. Sementara itu, Kepolisian Polda Papua akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota Polisi di daerah Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.

Kapolda Papua, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing kepada wartawan, di Jayapura, Jumat, mengatakan, dari 15 orang yang diamankan, tiga orang sudah ditetapkan menjadi tersangka dan akan di proses secara hukum.

“Dari 15 orang yang diamankan, kami sudah menetapkan tiga orang menjadi tersangka, ketiganya akan diproses secara hukum,” katanya.

Dikatakan, ketiga tersangka itu akan dikenakan Pasal 214 Ayat 2 ke 2 KUHP tentang melawan pejabat negara yang sedang melakukan tugas, dengan hukuman di atas lima tahun. “Penetapan ketiga orang tersangka itu berdasarkan informasi dari 15 orang yang diamankan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ketiga tersangka itu berinisial TT, YT, dan JKT, dimana saat ini masih ditahan di Polres Sentani guna diproses lebih lanjut. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara dr. Ubaidilah kepada wartawan menjelaskan, saat ini kondisi Bripda Ridwan Napitupulu dalam keadaan stabil.

“Kondisi Ridwan sudah membaik, kemarin (Kamis) panah yang tertancap pada bagian paha sudah diambil, begitu juga luka dibagian wajah sudah dibersihkan,” ujarnya.

Situasi keamanan di Papua pasca 1 Desember, menurut Kapolda, kondusif, dan menghimbau seluruh masyarakat di Papua tetap mendukung situasi kondusif tersebut apalagi dalam Bulan Desember umat Kristen memperingati Hari Raya Natal.
Sedangkan terkait keterangan Markus Haluk, Ketua Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTI) yang mengatakan ada enam orang yang mengalami luka tembak dan sementara di rawat di RS Caritas Timika, dibantah Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pos Wachyono. ‘’Nggak ada warga yang kena tembak, bahkan dalam kejadian itu ada lima anggota kami yang terluka,’’ ungkapnya. [ Bintang Papua ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s