Zona Berita

Survei LSI: 53 Persen Responden Tak Setuju Pilkada Ditunda

BANDA ACEH- Zona Damai : Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA hari ini mengumumkan hasil jajak pendapat terkait pelaksanaan pilkada Aceh. Hasilnya, 53,5 persen responden menyatakan tidak setuju penundaan pemilihan kepala daerah.

Survei yang dilakukan pada 31 Oktober hingga 7 November 2011 itu dilakukan dengan dua jenis data: kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, survei ini melibatkan 440 responden lewat metode multistage random sampling dengan tingkat margin error 4,8 persen. Sedangkan secara kualitatif, dilakukan lewat diskusi terbatas (FGD), interview dan analisis media.

Survei ini merekomendasikan KIP secepatnya menentukan dan mempublikasikan jadwal tanggal pilkada. “Keputusan KIP yang berlarut-larut hanya akan menyulut konflik politik semakin meluas,” kata Sasmoko dari Lingkaran Survei Indonesia dalam temu pers di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, 27 November 2011.

Selama ini, dalam beberapa pernyataannya, KIP Aceh sebenarnya bersikukuh menjalankan tahapan pilkada tepat waktu. KIP Aceh juga sudah menetapkan hari pencoblosan pada 16 Februari 2012. Jadwal ini sempat bergeser beberapa kali karena tidak adanya kesepakatan antara eksekutif dan legislatif soal payung hukum pilkada. Awalnya, KIP menetapkan pencoblosan pada 15 November, lalu bergeser ke 24 Desember 2011. Jadwal itu pun terpaksa digeser ke 16 Februari 2012 setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan KIP membuka kembali pendaftaran calon kepala daerah.

Sebelumnya, pada 18 Oktober lalu, Occidental Research Institute (ORI) juga merilis yang menyebutkan 59,8 persen atau 861 warga Aceh setuju Pilkada 2011 dilakukan tepat waktu seperti yang telah ditetapkan Komisi Independen Pemilihan Aceh.

Pada 2 November 2011, sebuah survei yang dilakukan International Republican Institute (IRI) bekerjasama dengan USAID merilis hasil jajak pendapat dari 1.075 responden di 22 kabupaten/kota di Aceh. Dalam survei yang dilakukan pada 6-22 Agustus itu disebutkan, sekitar 882 orang masyarakat Aceh (82 persen responden) mengaku tidak paham sama sekali tentang pemilihan kepala daerah di Aceh atau pilkada.

“Sebanyak 47 persen responden mengaku mendengar soal pilkada tapi tidak tahu banyak. Sedangkan 35 persen responden mengatakan tidak tahu sama sekali. Hanya 17 persen yang mengatakan paham tentang pilkada,” tulis IRI dalam hasil surveinya. [Atjeh Post]

Baca juga:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s