Zona Politik

Ancaman Papua Lepas dari NKRI

Oleh : Farek Kuto

Zona Damai : Rencana penguatan pasukan Amerika Serikat (AS) dan membangun pangkalan militer di Darwin, Australia bagian utara tak bisa dipandang remeh. Siapapun yang berpikir dengan logika militer, maka setiap aksi pergerakan militer harus dinilai dan diterjemahkan dari sudut pandang militer pula. Indonesia, mestinya merasa terancam dengan kehadiran pangkalan militer di Darwin. Sebab, hampir di setiap negara dimana AS mendirikan pangkalan, di sana ada ancaman stabilitas keamanan dan yang menderita nantinya adalah rakyat juga.

Darwin yang hanya berjarak 820 kilometer dari Papua membuat rencana penempatan ribuan marinir AS itu sulit dikatakan tak terkait konstelasi politik di kawasan Asia Pasifik, khususnya di Papua. AS tentunya sangat berkepentingan dengan ladang emas PT Freeport Indonesia yang ada di sana. Saat ini, Freeport sedang digoyang dengan tuntutan masyarakat akan rasa keadilan yang selama ini tidak dirasakan masyarakat Papua.

Apalagi Indonesia berniat merenegoisasi kontrak-kontrak pertambangan yang culas dan timpang seperti kontrak Freeport mengeduk kekayaan Papua. Dengan menempatkan 2.500 marinirnya di Darwin, ini sama saja AS sedang mengokang senjata dan menodongkannya ke Indonesia, bila Indonesia mengutak-utik keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua.

Sikap provokatif AS itu dibalut dengan diplomasi manis Presiden Barack Obama atas dalih membantu sahabat-sahabat dan para sekutu AS di Asia. Ironisnya, kendati ditodong begitu rupa, pemerintah Indonesia malah buru-buru menyatakan rencana penempatan personel Marinir AS tersebut tidak ada hubungannya dengan Papua juga tidak akan mengganggu kedaulatan Indonesia. Di mana wibawa pemerintah dalam menjaga kepentingan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

Bila melihat dinamika yang ada di Papua saat ini dan konsekuensinya di masa mendatang. AS pasti tak akan gegabah untuk tetap pada pendiriannya, bila Indonesia dan ASEAN secara tegas menolak kehadiran pangkalan militer itu. Apalagi China menyatakan siap berhadap-hadapan dalam posisi saling mengokang senjata dengan Australia jika negeri Kangguru itu menyerahkan pangkalan militernya membantu AS mengancam kepentingan China.

Semua berpulang pada ketegasan pemerintah menghadapi AS dan mengelola gejolak Papua. Bila pemerintah gagal merebut hati orang Papua, maka ancaman Papua lepas dari NKRI tinggal soal waktu saja. [ Mimbar Opini ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s