Zona Berita

Aspirasi Papua Merdeka dan Pengakuan Papua Dalam NKRI Adalah Dua Realitas

WAENA-Zona Damai : Direktur Institute for Civil Strengthening (ICS) Papua, H Budi Setyanto,SH mengatakan persoalan Papua, menurutnya harus dikaji atau dibuka secara jujur. “Sebenarnya ada persoalan apa?” ujarnya saat ditemui di kediamannya, di Waena, Senin (21/11).

Persoalan tersebut, menurutnya harus diidentifikasi dengan jelas. Karena hal itu menentukan solusi yang dihasilkan. “Banyak persepsi yang melihat persoalan di Papua, kalau saya amati melalui media massa, baik elektronik maupun cetak, ini kan hanya sepotong-sepotong,” lanjutnya.

Dikatakan, bahwa pengungkapan masalah Papua tersebut kadang hanya dilihat dari aspek ekonominya, kadang hanya dilihat dari aspek politiknya, dan bahkan tidak jarang hanya dilihat dari aspek hukumnya saja. “Untuk melihat persoalan Papua ini tidak bida hanay sepotong-sepotong seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya bahwa dalam menyelesaikan persoalan Papua juga tidak bisa dengan hanya membuat satu pemecahan masalah yang sifatnya sesaat, atau meredam konflik yang sifatnya sesaat. “Persoalan Papua ini sebenarnya kan persoalan politik yang sudah mengideologi. Artinya ini persoalan ideologi orang papua sejak dulu,” jelasnya.

Dikatakan, ideologi tersebut adalah satu keinginan orang asli Papua untuk memisahkan diri dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendirikan sebuah negara sendiri. “Karena ini merupakan satu ideologi, maka dari generasi ke generasi akan disosialisir, dan akan selalu muncul dari satu generasi ke generasi berikutnya,” terangnya.

Akan tetapi, menurutnya bahwa juga harus melihat realitas yang ada, yakni selain ada iodeologi berupa keinginan memisahkan diri dari negara Indonesia, juga adanya fakta berupa Undang-Undang yang berlaku secara internasional yang mengakui Papua sebagai bagian dari wilayah Indonesia.

“Tetapi kita harus melihat sebuah realitas hukum internasional. Di satu sisi ada sebuah ideologi menuntut kemerdekaan, di satu sisi ada sebuah realitas hukum internasional yang menyatakan bahwa wilayah Papua adalah bagian dari wilayah Indonesia atau terintegrasi ke dalam wilayah Indonesia. Yang ini sudah disahkan oleh PBB,” terangnya.

Menurutnya, sekalipun dalam prosesnya pelaksanaan New York Agreement antara Indonesia dan Belanda yang dimediasi Amerika Serikat itu menyatakan bahwa sebelum dilakukann integrasi harus dilakukan jajak pendapat orang Papua apakah mau integrasi atau tidak.

“Dan itu sudah dilakukan meski tidak persis sesuai dengan Newyi Seork Agreement, karena kalau sesuai Newyork Agreement adalah one man one vote, tetapi yang dipakai adalah sistem perwakilan,” jelasnya.

Hal itulah kemudian, menurutnya dituntut orang Papua sebagai ketidakkonsistenan. “Tetapi ini diakui oleh PBB yang merupakan relaitis juga. Sehingga bagaimanapun wilayah Papua adalah sebagai bagian NKRI,” tegasnya.

Akan tetapi, lanjutnya ada satu ideologi yang memang ada di Papua yang memang ada tuntutan kememerdekaan. “Ini persolan yang sangat mendasar, yang harus ada satu persepsi di kalangan pejabat pemerintah Indonesia, baik itu elit politik maupun elit biorokrasi atau pemerintahan,” lanjutnya.

Kalau kesamaan persepsi tersebut sudah ada, maka solusi yang dihasilkannya akan benar. “Artinya pasti akan mengunakan solusi politik juga. Karena ini masalahnya politik. Kalau dijawab dengan kesejahteraan, itu kan lebih atau sebatas meminimalisir persoalan politik tadi,” jelasnya.

Sehingga pada saat ada trigger (pemicu), persoalan tersebut akan muncul terus. “Dan ini akan terus-terus, dan terus, dengan trigger berbeda-beda, seperti pelanggaran HAM, soal ekonomi di Freeport, dan lain-lain,” terangnya.
[ Bintang Papua ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s