Zona Berita

Tidak Benar Papua Bergejolak Karena Otsus Gagal

SENTANI—Zona Damai : Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM menegaskan, tidak benar Papua bergejolak akibat pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) yang gagal. Sebab, realita di lapangan, terjadinya kekerasan di masyarakat yang dianggap seolah-olah Papua sedang bergejolak atau membara itu hanya di daerah tertentu saja, yang tidak bisa mewakili Papua secara keseluruhan.

“Saya melihat Papua tidak bergejolak dan aman-aman saja, bahkan karena warga masyarakat pun masih bisa beraktivitas seperti biasa. Makanya orang-orang yang mengatakan Papua bergejolak itu adalah orang-orang yang tidak tahu kondisi Papua sebenarnya, sehingga asal ngomong saja,”ujar Bupati Habel kepada wartawan.

Menurut Bupati, yang dikatakan Papua bergejolak itu, itu pun hanya terjadi di empat kabupaten saja, yakni di Kabupaten Mimika karena demo karyawan Freeport, Kabupaten Puncak karena persoalan Pemilukada, Kota Jayapura karena pelaksanaan kongres rakyat Papua (KRP) III dan Puncak Jaya karena adanya penembakan Kapolsek Mulia dan insiden lainnya.

Jika persoalan di empat kabupaten itu, digeneralisir seolah-olah Papua bergejolak, tidaklah benar, buktinya di Kabupaten Jayapura, kondisinya aman-aman saja, bahkan bisa melaksanakan sidang Sinode GKI di Tanah Papua dalam kondisi suasana damai dan tentram. Apalagi sebelum Otsus ada, Papua pun juga sudah pernah mengalami gejolak.

“Saya pikir media nasional kalau ingin memberitakan situasi dan kondisi di Papua harus obyektif dan proporsional. Karena selama ini yang membuat masyarakat merasa Papua tidak aman, karena pemberitaan media nasional yang sangat berlebihan. Saya sarankan, sebelum mereka menayangkan /memuat berita tentang Papua sebaiknya bertanya dulu ke media lokal,”tandasnya.

Lebih anehnya tentang pernyataan anggota DPR RI Immanuel Kaisepo yang mengatakan, gejolak di Papua akibat Otsus gagal, sangat tidak benar. Jika Otsus dikatakan sebagai penyebabnya, apa fakta dan datanya sehingga harus jelas.

Jika dikatakan, Otsus gagal karena uangnya tidak dibagi-bagi ke masyarakat menurut Habel, ini pandangan yang salah. Sebab, penggunaan Otsus ini dilakukan melalui pendekatan program, bukan bagi-bagi uang ke masyarakat.

Kalau dikatakan Otsus gagal, dirinya menantang untuk dilakukan evaluasi secara terbuka, supaya jelas mana yang berhasil dan tidak berhasil. Sebab, jika hanya membuat komentar, tanpa memperlihat bukti-bukti atau data-data yang jelas, ini hanya membuang kata-kata yang tidak bermakna.

“Perlu diketahui uang Otsus yang diterima ke kabupaten itu jumlahnya tidak signifikan yakni hanya Rp 56 Miliar atau 7 persennya dari jumlah APBD. Jika uang sekecil ini lalu langsung bisa merubah masyarakat sejahtera ini sangat mustahil, karena kita ini bukan nabi Musa yang bisa merubah tongkatnya menjadi sesuatu,”tandasnya. [ Cenderawasih Pos ]

2 replies »

  1. papua bergejolak karena dirongrong oleh oknum orang asli papua sendiri yang dibayar oleh sponsor pengusaha asing.

  2. otsus tidak gagal, tapi belum dibenahi secara serius. Saya optimis, setelah dibenahi Otsus akan mampu menjawab aspirasi orang papua yang ingin memajukan papua agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s