Zona Berita

Ketua KPA Pasee: Banyak Warga Aceh Tidak Memahami MoU Helsinki

LHOKSEUMAWE- Zona Damai : Lembaga Siploh menggelar sosialisasi MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh atau UUPA kepada para geusyik dan perangkat desa se-Kecamatan Banda Sakti dan Muara Satu, di gedung Ash-Shidiqqi, Mongeudong, Lhokseumawe, Senin (24/11).

Acara yang dibuka Wakil Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, dihadiri Ketua Komite Peralihan Aceh Wilayah Samudra Pase yang juga Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Utara Teungku Zulkarnaini Hamzah, kalangan Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) dan elemen sipil lainnya. Lembaga Siploh menghadirkan Sekretaris Jenderal PA Yahya Muadz dan Juru Bicara PA Fachrul Razi.

Manager Program Lembaga Siploh, Iwan Gadeng kepada The Atjeh Post mengatakan, pihaknya mengundang 300 peserta baik geuchik, tuha peut, imum desa dan ketua pemuda di Kecamatan Banda Sakti dan Muara Satu serta elemen sipil lainnya. “Setelah mengikuti sosialisasi ini kita harapkan para geuchik meneruskan sosialisasi MoU Helsinki dan UUPA kepada masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara jelas isi MoU Helsinki maupun UUPA,” katanya

Pantauan The Atjeh Post, panitia pelaksana sosialisasi membagikan buku tentang Nota Kesepahaman antara Pemerintah RI dan GAM atau MoU Helsinki, buku UUPA dan compact disc (CD) Film Dokumenter Proses Perdamaian Aceh kepada setiap peserta.

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudra Pase Teungku Zulkarnaini Hamzah mengatakan selama ini terkesan MoU Helsinki tidak bernilai tinggi bagi Aceh. Sebab, banyak warga Aceh tidak mengetahui dan memahami isi MoU tersebut sehingga terjadi kecoh-mengecoh dan hina menghina antar sesama.

“Padahal MoU Helsinki ini seperti suatu mukjizat bagi Aceh dan wajib diimplementasikan yang pelaksanaannya diatur melalui Qanun Aceh,” kata Zulkarnaini Hamzah akrab disapa Teungku Ni.

Menurut dia, untuk membuat qanun turunan dari MoU Helsinki ataupun UUPA, Eksekutif dan Legislatif Aceh harus bekerjasama. “Lebih 100 qanun yang harus dibuat, tapi jangankan 100 qanun, tiga qanun saja yaitu qanun tentang pilkada, qanun lingkungan hidup dan qanun kesehatan sampai sekarang belum terlaksana sepenuhnya,” kata Teungku Ni yang juga Ketua Partai Aceh (PA) Aceh Utara.

Atas nama Ketua KPA Pasee, Teungku Ni mengajak para geuchik dan masyarakat menyatukan hati dan pikiran untuk melihat mana yang terbaik bagi Aceh ke depan. Dia mengingatkan geuchik supaya tidak mudah terkecoh dengan arus politik yang tidak sehat. “Persoalan Aceh belum selesai, jadi berhati-hatilah, jangan sampai terkecoh. Mari kita pikirkan secara jernih untuk kebaikan Aceh, tinggalkan dengki kueh,” kata Teungku Ni.

Teungki Ni menambahkan, setelah lahirnya MoU Helsinki keberadaan GAM sudah terintegrasi dalam masyarakat. Kendati demikian, kata dia, KPA akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat hasil perjuangan GAM yang sudah tertuang dalam MoU Helsinki dan UUPA. “Gasien droe neuh, gasien kamoe, susah droe neuh, susah kamoe cit. Mari sama-sama menyelamatkan MoU Helsinki,” katanya.

Di akhir sambutannya, Teungku Ni mengkritik pihak pemerintah yang dinilai hampir tidak pernah mensosialisasikan MoU Helsinki dan UUPA kepada masyarakat. “Hawa teuh keuneuk deungo sigoe, hana dipeugot lee pemerintah. Jadi seakan-akan sosialisasi MoU Helsinki ini hanya tugas GAM atau KPA, padahal MoU ini milik kita bersama,” kata mantan panglima TNA GAM Samudra Pasee ini.[ Atjeh Post ]

Twe

Categories: Zona Berita

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s