Zona Politik

Meredam Benih-benih Konflik Baru

Zona Damai : Isu-isu kekerasan terus mengiringi perjalanan Aceh. Mulai aksi separatisme, terorisme, hingga berbagai aksi kriminal bersenjata api lainnya, silih berganti menghiasi ruang publik di Aceh. Karenanya, kita berharap kisruh Pemilukada yang kini diributkan para elite tidak lagi mengarah pada hal-hal yang dapat memicu konflik baru di Aceh.

Masyarakat Aceh sudah begitu jenuh dengan letusan senjata api, apalagi sampai memakan korban jiwa seperti yang kerap terjadi di masa lalu. Peristiwa-peristiwa di masa lalu telah memakan begitu banyak energi politik, menelan korban nyawa manusia, menghancurkan harta benda, menguras kandungan rasa aman insani, serta menimbun trauma dan ingatan kolektif kekerasan dalam khasanah mental orang Aceh.

Makanya kisruh politik terkait Pemilukada harus segera diakhiri. Bila tidak, kita khawatirkan akan menghancurkan persatuan dan masa depan Aceh. Untuk itu, kita mengharapkan semua pihak harus berjiwa besar dalam menyelesaikan sengkarut seputar pesta demokrasi itu.

Di sisi lain, selama ini aksi kriminalitas bersenjata api juga seakan menemukan marwahnya di bumi Aceh. Ini pun tidak dapat dipisahkan dari berbagai permasalahan besar yang masih melilit Aceh. Permasalahan itu, di antaranya masih lemahnya penegakan hukum, korupsi masih merajalela, masih terjadi diskriminasi dalam berbagai bidang terhadap beberapa golongan dalam masyarakat, serta hak-hak orang kecil yang kurang dihormati dan dilindungi. Semua itu telah menyebabkan Aceh sulit terlepas dari lingkaran yang bisa bermuara (semoga saja tidak) pada benih-benih konflik baru.

Masih kentalnya budaya kolusi, korupsi, dan manipulasi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kondisi Aceh saat ini. Selain itu, kurangnya kesadaran petinggi di Aceh menegakkan Syariat Islam dan norma-norma hukum dalam lingkungannya telah menurunkan ketaatan dan kepatuhan masyarakat pada hukum. Intinya, bagaimana masyarakat mentaati hukum sementara para penegak hukum sendiri masih suka ‘bermain-main’ dengan hukum.

Demi merawat perdamaian yang telah tercipta di Aceh, kita mengutuk keras segala bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan benih-benih konflik baru. Karena, hal tersebut melanggar martabat kemanusiaan dan penghancuran atas hak-hak asasi setiap orang, yang seharusnya dihormati dan dijunjung tinggi.

Agar tak menimbulkan keresahan dan ketakutan yang terus menerus, pemerintah dan aparat penegak hukum harus mengambil langkah-langkah hukum dan politik untuk mengatasi indikasi kekerasan di Aceh. Ketegasan aparat kepolisian menindak siapa saja yang berbenturan dengan hukum yang berlaku, sangat menentukan bagi berakhirnya kekerasan di Aceh.

Semoga saja isu-isu yang identik dengan kekerasan bersenjata api tidak lagi muncul di daerah ini. Cukup sudah hal itu menjadi bagian dari masa lalu Aceh. Ke depan, Aceh benar-benar bisa menapak dalam ketenangan dan perdamaian yang sesungguhnya, tanpa dibarengi lagi oleh desingan-desingan peluru yang memekakkan telinga. [ Harian Aceh ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s