Zona Berita

Penembakan di Papua Terus Berlanjut

Jakarta-Zona Damai : Kontak senjata kemarin kembali terjadi di Papua. Sekelompok orang tidak dikenal menembaki mobil patroli PT Freeport Indonesia yang sedang meluncur di Jalan Tembagapura, Papua.

“Sekitar pukul 00.15 dini hari di Mile 35, anggota Brimob dan sekuriti PT Freeport Indonesia dihadang. Senjata pelaku diduga senapan laras panjang karena bunyinya keras,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Akibat penembakan itu, kaca depan mobil patroli pecah, tetapi lima orang yang berada di dalam mobil selamat. Pelaku penembakan diperkirakan tiga orang dan masih dalam pengejaran.

Belum diketahui kaitan kelompok tersebut dengan kelompok yang menembak tiga orang di Mile 38 dan 39, Timika, beberapa waktu lalu. Demikian pula hubungan mereka dengan pelaku penembakan Kapolsek Mulia, Komisaris Dominggus Awes, pada Senin (24/10). “Mereka terdiri dari beberapa kelompok. Nah, kelompok-kelompok itu berjumlah sekitar 30 orang. Di antara kelompok itu, yang memiliki senjata ada 9-10 orang,” kata Anton.

Polri menduga kelompok penembak di Papua mengincar senjata yang dimiliki aparat. Oleh karena itu, penjagaan gudang-gudang senjata api di Papua diperketat. Anggota kepolisian di Papua juga diminta berhati-hati.

Akibat rawannya situasi keamanan, aktivitas di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, hingga kemarin juga masih sepi karena kantor-kantor diliburkan.

Di sisi lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut masalah keamanan Papua perlu penanganan serius. “Diperlukan koordinasi yang lebih dari kepolisian. Kalau diperlukan tambahan personel, ya nanti kepolisian yang akan menentukan sendiri,” ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Pada kesempatan lain, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq (Fraksi PKS) meminta pendekatan represif keamanan dilakukan seminimal mungkin karena bisa saja ada pihak-pihak yang ingin memunculkan isu pelanggaran HAM.

Tuntutan warga

Terkait dengan aksi kekerasan di Papua, ratusan karyawan dan keluarga PT Freeport Indonesia kemarin meminta pemerintah segera bertindak. Aksi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, dengan menghadirkan keluarga korban penembakan.

“Teror sekarang sangat sadis, sekarang ada penembakan lagi. Kita minta cuma satu, setop kekerasan,” tegas Lili Siregar yang suaminya ditembak di Timika.

Aksi unjuk rasa juga terjadi di depan gedung Kantor Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang. Sekitar seratus mahasiswa asal Papua yang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Semarang menuntut aksi kekerasan di Papua dihentikan. [ Media Indonesia ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s