Zona Berita

Komnas HAM Temukan 7 Korban Salah Tembak

Pengibaran bendera bintang kejora jadi pemicu pembubaran paksa

Jayapura-Zona Damai : Komnas HAM menemukan tujuh korban salah tembak aparat keamanan gabungan dalam pembubaran Kongres Rakyat Papua III, 19 Oktober lalu di Abepura, Jayapura, Papua.

Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan ada kemungkinan jumlah korban salah tembak ini bakal bertambah. Ini karena aparat keamanan gabungan membabi-buta menembaki warga setempat dan juga peserta kongres.

“Penembakan itu secara membabi buta. Ada yang ditodong dengan pistol di muka, kemudian ditarik terus ketembak. Kami juga sudah bertemu dengan korban, ibu yang ditembak kakinya, paha ya, dan dia ditembak sebenarnya sudah selesai, sudah jalan, lagi jalan dan dia ditembak di jalan. Dan banyak yang kami temui, jadi yang kami periksa kemarin itu 7, termasuk ondoafi yang di Sabron, dipukul dengan balok.

Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan dalam penyelidikannya di Papua, Komnas HAM juga menemukan dugaan pelanggaran HAM saat peristiwa pembubaran kongres.

Sementara itu, Kapolda Papua Bigman Lumban Tobing dalam audiensi dengan Komnas HAM hari ini juga mengakui adanya pelanggaran yang dilakukan anggotanya saat pembubaran kongres itu. [ KBR 68H ]

1 reply »

  1. Info news paniai

    Brimob Papua Kembali Menewaskan 8 Warga Sipil

    Warga Sipil Papua kembali ditembak oleh Anggota Brimob di Degeuwo, lokasi tambang emas secara tradisional, Kabupaten Paniai, Papua. “Kejadian ini terjadi tanggal 13 November hari minggu,” ungkap Servius Kedepa, seorang aktivis lembag swadaya masyarakat (LSM) lokal, Selasa (15/11).
    Mereka yang ditembak dan tewas ditempat adalah ada 8 orang. Yaitu Matias Tenouye (30 thn), peluruh menembus paha kanan. Simon Adii ( 35 thn) peluruh menembus rusuk dan tali perut keluar. Petrus Gobay (40 thn), peluruh masuk dada dan tembus ke belakang. Yoel Ogetay (30 thn), otak kecil keluar di bagian depan. Benyamin Gobay(25 thn), kena bagian dada dan peluru keluar di bagian belakang. Marius Maday (35 thn), peluruh mengenai dada dan keluar di belakang. Matias Anoka (40thn), peluruh kena dada dan keluar di belakang. Yus Pigome (50 thn), peluruh mengenai dada dan keluar di belakang,” tulis Kedepa, dalam pesan singkat kepada http://www.tabloidjubi.com, Selasa.
    Dia mengatakan, para korban ditembak dengan alasan tidak jelas. “Alasan aparat Brimob tidak jelas, tapi mereka (para korban-red) ditembak ketika sedang mendulang emas di Kali Degeuwo,” ucapnya. Akibat penembakan Aparat militer terhadap warga sipil tersebut, warga sekitarnnya telah mengungsi ke lokasi aman dan nayaman menurut mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s