Zona Berita

Komnas HAM Papua Minta Klarifikasi dari Goliath Tabuni

Goliath Tabuni (ketiga dari kanan) dan Kelompoknya

Jayapura-Zona Damai: Nama kelompok Rambo Wonda disebut sebagai kelompok yang bertanggungjawab dalam aksi kekerasan di Papua. Benarkah ? Siapakah kelompok ini ? Berikut perbincangan bersama Jules Ongge, Pimpinan Komnas Ham Papua.

Apakah Komnas HAM pernah mendengar nama Rambo Wonda?

Nama itu pernah didengar tapi aksi-aksinya belum pernah kami dengar.

Apakah benar dia ada diatas Goliath Tabuni?

Kalau strukturnya kami tidak tahu pasti. Tetapi yang kami tahu untuk wilayah Puncak Jaya hanya Goliath Tabuni yang kami tahu.

Pimpinan OPM yang kerap melakukan aksi kekerasan?

Sebenarnya saya belum bisa mengatakan semuanya dia yang melakukan. Tetapi yang kami tahu adalah Goliath Tabuni memang salah satu pimpinan di wilayah Puncak Jaya.

Kalau dari catatan Komnas HAM, ada berapa kelompok yang ada di Papua yang selama ini dituding garis keras oleh aparat?

Kalau untuk wilayah Puncak Jaya ada beberapa nama yang sering kami dengar, tetapi semuanya selalu merujuk kepada Goliath Tabuni. Jadi kalau menyebutkan ada berapa kelompok yang sering mengganggu keamanan itu tidak jelas juga karena saat ini di Papua secara keseluruhan banyak sekali kelompok-kelompok baru yang muncul yang kami tidak tahu latar belakang mereka, mereka muncul untuk membuat suasana di Papua terus merasa tidak aman, menjadi tegang setiap saat. Kelompok-kelompok ini tidak tahu apakah benar mereka dibawah koordinasi oleh kelompok-kelompok pada wilayah tertentu seperti di Puncak Jaya apakah mereka dibawah koordinasi Goliath Tabuni, ini belum bisa dibuktikan.

Apakah tidak pernah terdengar suara dari Organisasi Papua Merdeka secara resmi bahwa ini bukan kelompok mereka dan tidak pernah terlibat didalam kasus tertentu?

Saya harus menyampaikan bahwa memang kami tahu pasti ada kelompok-kelompok yang memang tersebar di wilayah-wilayah, di setiap wilayah ada kelompok dan ada pimpinannya. Komnas HAM sendiri pernah bertemu dengan beberapa kelompok dan pimpinannya untuk beberapa kasus, ini tidak ada sangkut paut antara suatu kasus yang terjadi di wilayah lain dengan pimpinan-pimpinan wilayah yang lain. Jadi kelihatannya kelompok-kelompok ini berdiri sendiri, mereka muncul dengan tidak adanya koordinasi secara terpusat, terstruktur.

Komnas HAM sendiri apakah sudah membentuk tim untuk menyelidiki sejumlah kasus kekerasan di Puncak Jaya dan di Mulia? kalau sudah dibentuk temuan sementara seperti apa?

Sebenarnya tim yang kami bentuk itu berkaitan dengan kasus Abepura pasca pembubaran Kongres Rakyat Papua III, masalah Freeport, dan sekarang kasus di Puncak Jaya. Tim ini mulai bekerja dan untuk Puncak Jaya, ini dalam tahap negosiasi untuk bertemu dengan beberapa orang yang bisa kita ambil keterangan mereka.

Termasuk dengan pimpinan kelompok-kelompok sipil bersenjata itu?

Betul. Jadi Komnas HAM menyurati secara resmi dan kami meminta kurir untuk mengantarkan langsung kepada tujuannya, kami memberikan jaminan keselamatan kepada mereka yang akan kami temui dan juga saat ini di Papua sudah ada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dari pusat. Kami sedang mengusahakan orang-orang ini untuk bisa bertemu langsung dan memberi perlindungan terhadap beberapa orang yang kami ambil keterangannya.

Kalau dari Komnas HAM Papua, upaya apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah pusat untuk membantu proses damai di Papua?

Komnas HAM sendiri melihat bahwa pemerintah harus benar-benar serius dan mempunyai niat baik, itu yang pertama untuk menyelesaikan semua persoalan. Persoalan Undang-undang Otonomi Khusus juga menjadi perhatian serius yang kami harapkan pemerintah bisa memperhatikan itu dengan baik, juga banyak kalangan di Papua menginginkan agar tidak lagi memasukkan pasukan ke Papua, kita punya Batalyon 751 ini saja yang diberi penguatan terhadap mereka dan tidak perlu lagi mendatangkan terlalu banyak pasukan ke Papua. Semakin banyak pasukan di Papua, ini membuat masyarakat hidupnya tidak tenang, terutama mereka yang berada di pegunungan dan wilayah pedalaman itu dengan hadirnya banyak pasukan, aktivitas mereka itu sedikit terganggu. Jujur harus kami katakan bahwa itulah yang kami temui ketika kami melakukan pemantauan, hal-hal ini sebenarnya oleh pemerintah dan juga pihak TNI mengatakan ini adalah pengamanan tapi pengamanannya seperti apa kami belum tahu. Tetapi niat baik pemerintah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di Papua itulah yang diharapkan seluruh rakyat Papua.

Perkembangan terakhir apakah mereka bersedia atau tidak untuk bertemu?

Kami punya kurir atau staf yang kami kirim sampai sekarang ini masih berada di wilayah-wilayah dimana kami menginginkan untuk mereka bisa bertemu dengan beberapa pimpinan di sana dan masih dalam tahap negosiasi untuk bisa bertemu dan menyampaikan surat.

Anda datang ke sana dengan tim menuju ke wilayah mereka atau nanti menuju ke wilayah netral?

Kalau Komnas HAM sendiri pada awalnya menyarankan mereka yang menentukan tempat dan kami akan datangi mereka. Alternatif yang kedua adalah apakah kalau mereka bersedia keluar, otomatis perlindungan terhadap mereka akan dijaga, diberikan oleh LPSK.

Termasuk dengan kelompok Rambo Wonda akan dicoba untuk berkomunikasi?

Kalau Rambo Wonda baru muncul setelah kejadian kemarin tetapi yang kami harapkan, kami bisa bertemu dengan Goliath Tabuni.

Apa yang Komnas HAM inginkan dengan Goliath Tabuni?

Pertama kami ingin klarifikasi secara langsung dari dia tentang berbagai kasus yang terjadi, ini berkaitan dengan banyaknya kelompok-kelompok yang muncul dan semuanya mengatakan bahwa itu kelompok Goliath Tabuni. Kami ingin klarifikasi kepada beliau apakah benar semua kasus-kasus ini berujung pada dia. Kedua, apa yang dia inginkan untuk wilayah Puncak Jaya dan Papua bisa aman, apa kemauan dia, seperti apa kemauan kelompok Goliath Tabuni.
[ KBR 68H ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s