Zona Berita

PT Freeport Harus Terbuka Sampaikan Rencana Pasca Tambang

Zona Damai : Jayapura – Tinggal menghitung tahun lagi penambangan terbuka (open pit mining) di Grasberg akan berhenti pada 2015. Kemudian penambangan bawah tanah(under gorund mining) akan berlanjut hingga konsesi selesai.

“Ini berarti telah terjadi perubahan di tambang terbuka dari produksi menjadi pemeliharaan lokasi terbuka di tambang Grasberg. Tentunya akan memberikan dampak bagi pengurangan tenaga kerja dari produksi di tambang terbuka ke tambang bawah tanah,” tutur Musa Sombuk kandidat Doktor Sosial dan Ekonomi (Sosek) dari Universitas Nasional Australia(ANU) kepada Tabloidjubi.com di sela-sela peluncuran buku Dari Kampung ke Kampung, Perjalanan Jurnalistik Tabloid Suara
Perempuan Papua di Hotel Mutiara, Kotaraja Jayapura Sabtu(10/9). Dia menambahkan perusahaan tambang yang berkantor pusat di New Orleans Amerika Serikat itu juga harus menyampaikan secara terbuka rencana pasca tambang kepada seluruh stake holder di Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika.

“Hal ini sangat penting agar mereka juga tahu dan terlibat untuk sama-sama melihat ke arah mana, masa depan kehidupan di sana setelah Freeport beroperasi. Apakah akan menjadi” Ghost Town“ atau kawasan industri wisata tambang yang memberikan manfaat bagi kehidupan ekonomi warga di Kabupaten Mimika dan sekitarnya,” papar Sombuk.

Menurut Armando Mahler dan Nurhadi Sabirin dalam buku Dari Grasberg sampai Amapare Proses Penambangan Tembaga dan Emas Milai Hulu Hingga Hilir menyebutkan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia yang pernah aktif beroperasi adalah blok penambangan DOZ( Deep Ore Zone). Tambang DOZ merupakan tambang bawah tanah ketiga yang mulai berproduksi sejak 2000. Dua tambang sebelumnya GBT( Gunung Bijih Timur) dan IOZ( Intermediate Ore Zone) sudah selesai beroperasi.GBT
selesai beroperasi pada 2003. Kedua tambang tersebut sudah habis potensi cadangannya. Metode penambangan yang diterapkan dalam ketiga tambang bawah tanah tersebut adalah metode block caving.

Dalam buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2008 menyebutkan metode blcok caving, proses penambangan tambang bawah tanah secara umum dikerjakan dalam beberapa tahap, yaitu persiapan penambangan(development), pra produksi(pre production),peruntuhan(caving), dan produksi(production). Selain itu tulis Armando Mahler dan Nurhadi Sabirin dalam tahapan utama penambangan , beberapa kegiatan pendukung juga mempunyai peran penting, antara lain mencakup sistem ventilasi(ventilasy system), penirisan(dewatering), pengelolahan ambrukan(cave management), otomatisasi(mine automation), geologi(geology), geoteknik (geotech), dan pemeliharaan peralatan kerja(maintenance). Termasuk pula aktivitas pendukung, yaitu pekerjaan konstruksi dan sistem penyanggaan. Buku itu juga menegaskan PT Freeport kini sedang bersiap memasuki era tambang bawah tambang Grasberg, ketika tambang permukaan Grasberg diperkirakan berakhir pada 2015.

Oleh karena itu lanjut Sombuk perubahan operasi dari open pit mining ke under ground mining jelas memberikan dampak bagi tenaga kerja.
“Perusahaan Canada (Red Ped Corporation)sekarang ini mendapat kontrak kerja under ground mining ternyata lebih mengutamakan tenaga kerja yang profesional berarti akan mengabaikan tenaga kerja lokal,” papar Sombuk yang juga dosen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Papua(UNIPA) di Manokwari.

Praktis lanjut Sombuk yang sekarang dikerjakan di lokasi tambang terbuka Grasberg adalah menutup kembali kawasan terbuka dan merawatnya guna mencegah hujan asam tambang dengan memakai pasir kapur. Pendapat senada juga disampaikan Prof Dr Karel Sesa, Ketua Jurusan Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih di Jayapura. Karel Sesa menyarankan sebaiknya masyarakat di lokasi bekas tambang termasuk yang terkena dampak harus segera dipindahkan ke lokasi baru karena akumulasi logam berbahaya jelas akan merubah semua ekosistem di kawasan Mimika. Akibat lain lanjut Sesa, pembuangan tailing yang berlangsung lama telah mendangkalkan sungai-sungai dan juga laut Arafura jelas akan merobah bentangan alam yang selanjutnya memperburuk kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Musa Sombuk juga menegaskan kalau tailing yang terus menerus dibuang langsung ke kali Ajikwa jelas sedimentasinya akan memporak porandakan sumber daya alam masyarakat Suku Kamoro dan Suku Sempan di Kampung Omawita. Cilakanya lagi lanjut Sombuk, pemerintah Provinsi Papua melalui Gubernur Papua telah mengeluarkan sembilan ijin penggunaan lokasi kepada PT Freeport salah satunya termasuk ijin pembuangan tailing ke Kali Aijkwa. “Coba kita menghitung berapa kerugian yang dihadapi masyarakat akibat buangan tailing langsung ke kali,” papar Sombuk seraya menambahkan perlu ada valuasi ekonomi akibat dampak penambangan di lokasi masyarakat Kabupaten Mimika.

Lepas dari pro dan kontra, pakar ekonomi mengatakan manusia hidup membutuhkan barang dan jasa. Jika disimak lebih mendalam maka dibagi kedalam dua kelompok besar yaitu barang bebas dan barang ekonomi. Sayangnya air kali dan sumur yang tadinya bebas diperoleh dari alam di Kabupaten Mimika sudah tak layak dikonsumsi secara bebas. Air minum di sana sudah berubah dari barang bebas yang tidak mengeluarkan biaya ke barang ekonomi. Tak heran kalau masyarakat terpaksa harus merogohkan koceknya untuk membeli galon dan juga air mineral guna memperoleh standar kesehatan hidup yang memadai. Bagaimana dengan masyarakat yang tak mampu membeli air mineral dan kelanjutan hidup mereka?

Tampaknya tranparansi dalam pasca tambang sangat dibutuhkan agar memperkecil dampak bagi masyarakat yang sudah mengorbankan wilayahnya bagi sebuah proyek penambangan. Berapa harga sebuah pengorbanan masyarakat di sana? Tak tahulah tetapi yang jelas masyarakat harus survive sebagaimana mereka lahir dan hidup secara turun temurun di Bumi Amungsa. [Jubi]

Categories: Zona Berita

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s