Zona Berita

Dukung Perjuangan Karyawan PT. Freeport, Dosen Uncen Bentuk Forum

Bentrok di areal PT.Freeport (10/10/2011)

Zona Damai: JAYAPURA – Menyikapi peristiwa demi peristiwa yang terjadi di wilayah Freeport, dan terakhir menimbulkan korban jiwa dengan dua orang meninggal dunia, menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak.

Seperti Selasa (11/10), sejumlah Dosen Uncen mulai membentuk sebuah forum dosen yang khusus menyikapi persoalan yang sedang terjadi di PT Freeport. Selain itu reaksi juga muncul dari Komite Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Demokratik Papua (KPP Garda-P).

Untuk forum dosen Uncen tersebut, sebagaimana diungkapkan lima dosen Uncen secara bergantian, masing-masing Rina Awom,S.Sos,M.Si, Neti Ronsumbre, M.Si (staf pengajar di FISIP Uncen), Alfred Anto,S.Hut,M.Si (FKIP), Daniel Womsiwor, S.Pd,M.Fis, Yehuda Hamokwarong,S.Pd,M.Sc, yang mendukung aksi para karyawan PT Freeport.

“Saya tgl 9 di sana, dan pagi harinya mendengar terjadi bentrok.

Sebenarnya apa yang dituntut karyawan itu masih wajar, 17 dolar per jam. Kami dosen mendukung sepenuhnya aksi karyawan,” ujar Yehuda mengawali dalam jumpa pers di Kampus Uncen, Padang Bulan, Selasa (11/10).

Sehingga, para dosen tersebut meminta PT Freeport segera memenuhi apa yang mejadi tuntutan karyawan. “Kami juga menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas penembakan terhadap karyawan PT Freeport,” tegasnya.

selain itu, dikatakan juga bahwa forum meminta untuk peninjauan konrak karya PT Freeport. “Karena kami menilai itu tidak memenuhi unsur keadilan,” jelasnya.

Forum yang dibentuk untuk mendukung para karyawan freeport, juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan para pendemo adalah mewakili perjuangan rakyat Papua khususnya kalangan buruh.

“Pemerintah perlu tegas terhadap aparat militer agar tidak melakukan penembakan secara brutal. Jangan Sumber Daya Alam (SDA)-nya diambil, tetapi masyarakat tidak dipedulikan,” harapnya.

Forum tersebut, dikatakan akan membentuk tim advokasi untuk mengawal persoalan PT Freepot, termasuk kasus-kasus lain di PT Freeport.

Disinggung apakah tindakan para buruh yang memaksakan keinginannya kepada perusahaan dapat dibenarkan, menurutnya hal itu bisa dibenarkan. Karena, menurutnya tuntutan yang masih dalam kewajaran, dibandingkan dengan perusahaan selevel di tempat lain.

“Selain itu juga dengan kentungan yang diperoleh PT Freeport dengan harga emas yang saat ini cukup tinggi, itu masih wajar,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua KPP Garda-P, Bovit bersama Elias Petege (Departemen Eksternal Garda Papua), dan sejumlah pengurus lainnya yang menggelar jumpa pers di secretariat BEM Uncen, Padang Bulan, kemarin.

“Undang-Undang menjamin buruh untuk mogok dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” tegasnya.

dikatakan bahwa melihat kondisi yang ada, terkesan bahwa Negara lebih memilih berpihak ke pemilik modal. “Itu yang menjadi masalah saat ini. Di situ kita lihat negara ini dipakai oleh Negara-negara lain untuk kepentingan negara tersebut,” ungkapnya.

Garda juga mengeluarkan seruan kepada semua pihak agar mendukung perjuangan buruh Freeport dengan membangun konsolidasi. (Bintang Papua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s