Zona Berita

Konflik Ambon Bukan Konflik Agama

Media Indonesia.com : Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan konflik antarwarga yang terjadi di Kota Ambon, Maluku selama ini bukan merupakan konflik agama.

Ia menyatakan selama ini banyak orang menyatakan konflik Ambon, Maluku merupakan konflik agama. Namun JK menilai, agama hanya dijadikan alat oleh orang-orang yang tidak menginginkan kedamaian di Kota Ambon, Maluku.

“Banyak orang menyatakan, konflik Maluku itu konflik agama, tapi saya Yusuf Kalla menyatakan, konflik Ambon, Maluku bukan konflik agama, agamanya hanya diikutkan, dan disisipkan dalam konflik serta agama hanya dijadikan alat oleh orang-orang yang tidak suka Maluku itu aman dan damai,” kata JK dalam pertemuan dengan Muspida Maluku, tokoh agama, dan tokoh Perjanjian Damai Maluku di Malino yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (1/10).

JK berada di Ambon, sebagai pembicara pertemuan pemuda dunia untuk perdamaian yang digelar sejak Jumat (30/9) hingga Minggu (2/10) di Ambon.

Menurut JK, jika konflik Ambon, Maluku merupakan konflik agama, maka penyelesainnya sangat sulit dan memerlukan waktu yang sangat panjang.

Menurut dia, potensi konflik antar warga di Ambon sangat banyak. Diantaranya yakni, adanya pemisahan pemukiman warga berdasarkan agama, serta tingginya angka pengangguran di masyarakat Maluku, sehingga warga semakin mudah terlibat konflik.

Karena itu, menurut JK pemerintah daerah harus memperhatikan masalah tersebut serta mengambil langkah agar tidak menimbulkan masalah dikemudian harinya.

“Makin banyak pengangguran semakin banyak terjadi konflik. Pemerintah daerah di Maluku harus memperhatikan masalah ini sehingga warga tidak mudah terprovokasi,” katanya JK yang memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Perdamaian Dunia, dari World Assembly of Youth pada Konferensi The World Youth Forum on Peace and Harmony (Pertemuan Pemuda Dunia untuk Perdamaian) di Ambon.

Penghargaan itu didapatkan JK yang dinilai berjasa mendamaikan sejumlah wilayah konflik di Indonesia, seperti Ambon, Poso, dan Aceh.

JK minta peran Muspida Maluku, para tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga tidak terjadi lagi konflik di masyarakat. Ia menegaskan, lebih mudah mencegah tejadi konflik dari pada mengatasi dampak konflik itu sendiri. Karena itu pemerintah harus mencegah terjadinya konflik di masyarakat.

“Jauh lebih mudah kita mengatasi faktor-faktor penyebab konflik dari pada kita mengatasi dampak dari hasil konflik itu sendiri,” tandas JK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s