Zona Berita

WPNA Desak Majelis Umum PBB Tengahi Papua

Bintang Papua.com : Juru Bicara Kepresidenan WPNA, Jack Wanggai kembali membuat statement menarik. Dirinya mendesak kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menengahi Papua Barat lewat sebuah misi peninjau permanent atau Permanent Observer Mission, guna meninjau kembali proses referendum yang saat ini menjadi dasar perjuangan warga Pribumi di Papua dan Papua Barat. Hal itu disampaikan Jack Wanggai, dalam keterangan persnya kemarin di Sekretariat WPNA Jalan Pembebasan Sanggeng Manokwari. Dalam keterangannya, Jack menyeruhkan kepada semua pemimpin Negara-negara di Pasific sebagai sesama rumpun Melanesia, yang adalah anggota PBB untuk membawa masalah Hak Asasi Manusia bangsa Papua ke Majelis Umum PBB guna mendapatkan hak penentuan nasib sendiri. Hal itu menurut dia, dalam rangka penyelamatan generasi Melanesia di kawasan pacific dari bahaya ancaman teroris Internasional yang telah lama hidup di Indonesia.

Jack dalam pernyataannya juga meminta dukungan ke 30 negara yang pernah menolak keputusan Majelis Umum PBB saat menerima hasil Pepera 1969. “Untuk itu, Mejelis Umum PBB diharapkan dapat menetapkan kemudian pemerintahan papua Barat yang bersifat terpusat dan sementara atau konvergensia in temporia. Kami pun menyatakan penetapan status ini akan berlanjut hingga pemilihan umum yang demokratis yang akan dilaksanakan di Papua Barat pada April 2012 mendatang, dengan sebuah pandangan kepada pemerintahan definitif, yang lahir di bawah pengawasan PBB,” tegasnya.

Dia lebih lanjut mengatakan, New York Argrement saat penandatanganan Papera, tanpa diwakili oleh orang pribumi Papua. “Ini perjanjian-perjanjian di level internasional yang menurut kami, merugikan masyarakat pribumi Papua. Untuk itu, sebagai pemilik tanah Papua, kami menuntut New York Argrement tersebut harus dibuka kembali. Salah satu pasalnya satu orang satu suara dalam kesepakatan tersebut tidak terlaksana, dan hanya diwakili oleh sebanyak 1.000 lebih orang saja, dari 8.000 lebih penduduk pribumi di Papua,” ujarnya lagi.

Untuk itu, dia mengharapkan PBB sebagai lembaga dunia, harus bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang selama ini terjadi di Tanah Papua. Dia juga mengharapkan kembali agar penyelesaian konflik di Papua dengan dialog tersebut, dilaksanakan dengan mendengarkan jeritan masyarakat pribumi Papua selama ini.

Categories: Zona Berita

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s