Zona Berita

Panwas Pemilukada Aceh Dilantik

*) Ketua Bawaslu: Ini Harga Mati…!!!

Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahyo Widodo

Harian Aceh.com : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melantik 80 anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilukada Aceh, Jumat (23/9). Pembentukan Panwas itu ‘harga mati’ dan tidak ada lagi pembentukan pengawas Pemilukada melalui DPRA.

“Mereka inilah yang akan bekerja mengawasi jalannya Pemilukada di Aceh hingga akhir,” kata Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahyo Widodo, usai melantik anggota panwas di Banda Aceh, kemarin. “Tak akan ada lagi pembentukan Panwas Pemilukada Aceh, selain Panwas yang baru saja dilantik.” Pernyataan Bambang ini menanggapi rencana DPRA melakukan rekrutmen anggota Panwas Pemilukada.

Menurut Bambang, keputusan Bawaslu membentuk Panwas itu bukanya tanpa dasar. Kata dia, Bawaslu sudah dua kali menyurati dan dua kali pula bertemu DPRA untuk meminta perhatian terhadap pembentukan Pemilukada. Sebab, satu bulan sebelum tahapan, sejatinya Panwas sudah terbentuk. “Tapi memang tak ada respons, selain dari beberapa DPRK kabupaten/kota saja,” katanya.

Karena itu, Bawaslu bertanggung jawab untuk membentuk sendiri Panwas. Apalagi, kata dia, Keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap Judicial Review  UU 22 Tahun 2007 telah menetapkan bahwa pembentukan Panwaslu adalah wewenang Bawaslu. “Artinya, tanggungjawab pembentukan itu ada di Bawaslu, hanya proses awal itu ada di DPRA/K. Tapi, bila ini tak dilakukan, kami tentu tak akan mengorbankan pemilunya. Bila pemilunya tanpa pengawasan, maka hasilnya bisa digugat, integritasnya dipertanyakan yang muaranya bisa mengulang pemilu. Ini tentu akan merugikan,” katanya.

Undang-undang, kata dia, juga tak memberi ruang untuk penundaan. Tahapan pemilu itu harus sekali jadi dan pasti. Karena, ketidakpastian itu akan mengakibatkan partisipasi masyarakat menjadi menurun. “Akibatnya. orang menjadi ragu-ragu. Apakah pemungutan suara itu jadi atau tidak. Ini berbahaya,” katanya. Menurut Bambang, ciri-ciri pemilu yang baik itu adalah tahapan dan prosesnya itu pasti, tapi hasilnya tak diketahui sebelum hari ‘H’. “Jangan seperti orde baru, tahapannya tak pasti tapi hasilnya sudah pasti, yakni pasti Golkar,” katanya.

Itu pula yang selama ini diupayakan Bawaslu untuk tidak telat. “Tapi ya, karena proses politik yang terjadi, maka pembentukan Panwas ini menjadi terlambat. Namun yang jelas, proses pencalonan hingga selanjutnya, tak boleh tidak diawasi,” katanya.

Bambang berharap, tak ada lagi upaya menunda-nunda Pemilukada terlalu lama, sebab makin lama tertunda, ketegangannya makin tinggi. “Itu yang ingin kita hindari. Kita ingin mengajak masing-masing pihak, sama-sama menyadari ini adalah tugas konstitusional yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita tak bisa menunda-nunda terlalu lama karena akan menimbulkan masalah baru,” katanya.

Bambang menyadari, pembentukan Panwas ini memang sudah sangat terlambat. “Bahkan ketinggalannya jauh sekali dari apa yang diperintahkan Undang-undangan,” katanya. Itulah sebabnya, panwas diminta untuk segera membentuk perangkat di bawahnya, yakni Panwascam dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). “Bila tak segera dilakukan, pasti mereka akan mengalami kesulitan,” katanya.

Dia menjelaskan, dari analisis Bawaslu terhadap semua pelaksanaan Pemilukada selama ini, soal DPT adalah yang paling berpotensi bermasalah. “Penetapan DPT itu saat ini sudah dimulai, tapi panwas baru saja dibentuk. Sedangkan untuk urusan DPT ini, PPL adalah yang diberi tanggung jawab, jadi ini memang harus segera dibentuk oleh panwas,” katanya. Kerawanan Pemilukada lainnya, kata Bambang, adalah proses tahapan pencalonan, kampanye dan pemungutan suara.(dad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s