Zona Berita

Penolakan Pihak OPM ‘Dimentahkan’

Penolakan Pihak OPM ‘Dimentahkan’

Bintang Papua – Pernyataan Ketua Dewan Tertinggi Revolusi OPM, Lambertus Pekikir yang menolak Kongres Rakyat Papua III dan cenderung menyepakati Referendum yang dilakukan International Lawyers for West Papua (ILWP) untuk menggugat PEPERA 1969 di Mahkamah Internasional, ditanggapi dingin Penanggungjawab Kongres Rakyat Papua III Selpius Bobbi ketika dihubungi di Jayapura, Jumat (2/9).

Dia menegaskan, pihaknya menerima dan menghargai pernyataan yang disampaikannya sebagai bagian dari demokrasi. Tapi Kongres Rakyat Papua III tetap jalan sesuai agenda yakni di Jayapura pada 16-19 Oktober 2011. Pernyataan Lambertus Pekikir tersebut bukan mewakili TPN/OPM. Pasalnya, struktur organisasi TPN/OPM belum tertata rapi. Tapi apabila stukturnya telah ditata rapi dan ternyata Panglima Tertinggi TPN/OPM mengatakan menolak rencana Kongres Rakyat Papua III itu sah sah saja. Menurutnya, sayap sayap perjuangan dan pergerakan rakyat Papua Barat terdiri dari sayap sipil, sayap diplomasi dan sayap militer. Kongres Rakyat Papua III adalah konsolidasi sipil. Apabila Lambertus Pekikir merasa perjuangan rakyat Papua penting dan bermanfaat bagi masa depan Papua dia juga bisa melakukan konsolidasi diri.

Dia mengatakan, Lambertus Pekikir sejatinya harus memberikan apresiasi bahwa sipil terus berjuang dan bukan diam.

“Kami juga tak mengganggu agenda yang mereka usung. Jadi sama sama menghargai agar penegakan kebenaran dan keadilan berjalan secara baik,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Badan Otorita Adat Sentani Franzalbert Joku menyatakan, rencana menggelar suatu pertemuan akbar dalam bentuk apapun untuk membahas kepentingan masyarakat Papua bukanlah sesuatu hal yang gampang atau bisa dilakukan secara sepihak oleh para kelompok yang mewakili aliran tertentu. Menurutnya, pertemuan seperti itu bila dipandang perlu harus melibatkan seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) dan dilaksanakan secara bertanggungjawab sesuai hukum yang berlaku di negara ini dan seizin pemerintah pusat dengan Term of Reference (TOR) dan dasar hukum yang jelas dan minimal disepakati semua pihak. “Diluar dari ini semuanya akan jadi sia sia dan counter productive bagi siapa saja,” ungkapnya.

1 reply »

  1. Penundaan kongres bisa jadi akibat adanya perpecahan internal kelompok2 pro kemerdekaan Papua maupun internal OPM sendiri yang memang tidak pernah terstruktur secara rigid. Hal ini disebabkan tidak adanya komitmen yang baik dari kelompok2 tersebut kepada rakyatnya yang secara nyata dapat dilihat maupun dirasakan oleh rakyat Papua. Ini karena mayoritas kelompok2 itu merupakan boneka-boneka dari kepentingan politik orang2 tertentu maupun kepentingan asing yang bermain di Papua sejak lama. Jadi, kongres ataupun tidak saya melihat masyarakat Papua sudah lelah dengan tingkah polah Forkorus, Selphius Bobby, maupun Tabuni cs yang selalu berteriak, mengeluh, menyebarkan kebencian yg pada akhirnya hanya menggiring masyarakat Papua pada kesengsaraan yang lebih panjang. Sebab apabila mereka benar2 menginginkan Papua yang damai, sejahtera dan maju maka tindakan yang dilakukan seharusnya bukan unjuk rasa maupun berteriak2, namun lebih kepada upaya2 konstruktif yang membangun “jiwa dan badan” orang Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s