Zona Berita

Perdamaian Aceh Lebih Penting daripada Pilkada

Perdamaian Aceh Lebih Penting daripada Pilkada
LINTASACEH.com – Pengamat politik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh Taqwaddin, berpendapat menjaga perdamaian Aceh lebih penting daripada agenda politik lainnya, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Artinya untuk apa melaksanakan pilkada jika memang agenda politik itu dapat merusak semangat perdamaian yang sudah terjalin baik selama enam tahun ini di Aceh,” katanya di Banda Aceh, Senin.

Hal itu disampaikan menanggapi enam tahun peringatan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) damai antara Pemerintah dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005.

MoU antara pemerintah dengan pihak GAM itu sebuah kesepakatan untuk mengakhiri konflik bersenjata puluhan tahun, dan menyebabkan ribuan orang menjadi korban, termasuk meninggal dunia di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Oleh karenanya, dosen Fakultas Hukum Unsyiah Darussalam itu mengatakan seluruh elemen masyarakat Aceh harus mengawal agar perdamaian di provinsi ini tetap terjaga dengan baik, dan tidak rusak hanya karena intrik politik menjelang pilkada.

“Fakta tidak terbantahkan bahwa situasi keamanan Aceh dalam beberapa tahun ini kondusif. Ekonomi masyarakat terus meningkat, kesehatan membaik jika dibandingkan saat didera konflik. Itu semua bisa dirasakan masyarakat setelah adanya MoU damai,” katanya menjelaskan.

Taqwaddin menambahkan, pascapenandatanganan MoU Helsingki itu juga bisa dilihat bagaimana masyarakat Aceh dapat menjalankan ibadah pada setiap malam bulan puasa dengan baik dan tenang.

“Tidak ada lagi ketakutan warga keluar rumah untuk beribadat malam hari. Meunasah dan masjid jadi penuh jamaah shalat tarawih, termasuk ada tadarusan di kampung-kampung. Itu juga karena situasi Aceh kondusif pascapenandatanganan MoU Helsinki,” kata dia.

Setelah MoU itu lahir, Taqwaddin juga menilai masyarakat Aceh hidup dalam sebuah provinsi berotonomi khusus (otsus) dengan payung hukum Undang Undang No.11/2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Kami juga berharap enam tahun MoU Helsinki ini agar Aceh kedepan terus maju dan berkembang serta tidak kalah pentingnya adalah daerah aman dan terkendali serta hukum bisa tegak,” kata dia menjelaskan.

Oleh karenanya, ia berharap pilkada untuk memilih gubernur/wakil gubernur dan 17 pasangan bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota yang akan berlangsung serentak di Aceh Nopember 2011 itu wajib dalam semangat menjaga perdamaian di bumi Serambi Mekah ini.(ann)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s