Pengakuan Dany Kogoya tentang Penembakan Nafri

Dany Kogoya didampingi Kapolresta, AKBP Alfred Papare, SiK saat menceritakan Peristiwa Nafri, 1 Agustus 2011 silam, Kamis (29/11) di MapolrestaDany Kogoya didampingi Kapolresta Jayapura curhat dengan wartawan, Kamis (29/11/2012)

Peristiwa penembakan Nafri tanggal 1 Agustus 2011 yang menewaskan masyarakat sipil dan aparat TNI masih belum lekang di ingatan masyarakat. Dany Kogoya, salah satu pelaku penembakan yang saat ini ditahan di Mapolresta Jayapura Kota, secara terbuka curhat (curahan hati) kepada wartawan, bagaimana perasaannya sebelum dan sesudah ‘mengeksekusi’ para korban.

Berjalan tertatih-tatih dengan bantuan tongkat dan dipapah seorang anggota polisi, Dany Kogoya masuk ke dalam ruangan Mapolresta, Kamis (29/11/2012) siang. Ia sudah ditunggu Kapolresta, AKBP Alfred Papare, SiK dan para awak media.

Katanya, awal mula ia melakukan dan merencanakan penembakan tersebut, sesuai perintah dari pimpinan Tentara Pembebasan Nasional, Organisassi Papua Merdeka [TPN/OPM] wilayah perbatasan, Lambert Pekikir. Perintah dari pimpinan, bagi anggota TPN/OPM wajib untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

Menurut isi dan struktur organisasi TPN/OPM, jelasnya, tidak diperkenan membunuh masyarakat sipil siapa pun itu orangnya.  Yang menjadi sasaran adalah aparat militer TNI/Polri.

Namun peristiwa Nafri, 1 Agustus 2011 silam adalah program yang sudah merupakan perintah dari Pimpinan TPN/OPM maka ia selaku pimpinan TPN/OPM wilayah Waena dan sekitarnya harus melaksanakannya dengan segera. Jika tidak melaksanakan perintah, akan ada sanksi yang diberikan pimpinan TPN/OPM.

“Jujur dari hati yang terdalam, timbul rasa penolakan untuk melakukan aksi Nafri itu. Namun apa boleh buat, karena itu merupakan perintah dari pimpinan TPN/OPM maka saya mau tak mau harus siap melaksanakannya,” ujar Dany Kogoya.

Setelah peristiwa itu, di dalam dirinya ada rasa bersalah karena tewasnya beberapa orang, satu di antaranya aparat TNI. Ia terdiam sejenak. Raut wajahnya menunjukkan penyesalan. “Pada kesempatan ini , izinkan saya Dany Kogoya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga yang menjadi korban atas peristiwa 1 Agustus di Kampung Nafri,” katanya.

Namun ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa yang paling bertanggung jawab atas peristiwa penembakan 1 Agustus 2011, di Kampung Nafri itu berada pada pimpinan TPN/OPM, Lambert Pekikir. Soalnya, Lambert Pekikir yang telah mengeluarkan perintah untuk menjalankan aksi yang menewaskan beberapa korban jiwa.

Ia mengaku yang diinginkannya saat ini adalah hidup normal dan bisa hidup baik-baik, berdampingan dengan manusia lain. “Yang perlu diketahui masyarakat bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kasus Nafri 1 Agustus 2011 berada pada pimpinan tertinggi TPN/OPM perbatasan,” katanya sekali lagi. [Tumbur Gultom/Papua Pos]

About these ads

One thought on “Pengakuan Dany Kogoya tentang Penembakan Nafri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s