Prof. Yohanes Surya dan Metode Belajar Fisika “Gasing”


Zona Damai : Siapa yang tidak kenal dengan Prof. Yohanes Surya? Yohanes Surya (lahir di Jakarta, 6 November 1963, umur 47 tahun) adalah seorang Fisikawan Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pembimbing TOFI. saat ini Prof. Yohanes Surya Ph.D. aktif dalam berbagai pelatihan Matematika dan Fisika GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan).

Prof. Yohanes Surya berhasil menyelesaikan program Master-nya pada tahun 1990, bahkan ketika dia berhasil menyelesaikan gelar Doktornya di Amerika Serikat tidak membuatnya lupa akan negara asalnya, Indonesia. Sejak tahun 1993 sampai tahun 2007, dia telah berhasil meraih 42 medali perunggu, 33 medali perak, dan 54 medali emas dalam berbagai kompetisi sains di seluruh dunia, sesuatu yang kelihatannya tidak bisa diraih oleh anak-anak Indonesia.

Dia tidak ingin mengenyam keberhasilan itu sendiri, tapi dia ingin anak-anak Indonesia juga mendapatkannya. Karena itulah, dia mendirikan Surya Institute. Sejak tahun 2009, Surya Institute bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan ilmu Matematika yang dikenal dengan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan)

Program ini kemudian dikembangkan kepada beberapa kelompok seperti Gipika (Gerakan Ibu-Ibu Pandai Matematika). Bukan hanya ibu-ibu rumah tangga yang mengikuti program ini tapi juga karyawan bahkan sarjana S1 pun mengikutinya. Selain Gipika, terdapat juga kelompok guru-guru. Kelompok ketiga adalah kelompok prototype. Kelompok ini adalah kelompok anak-anak Papua yang dipilih dari yang paling mampu matematika sampai yang tidak mampu sekalipun. Materi SMP dan SMA bahkan dibagikan dalam satu semester dengan cara yang asyik.

Prof Yohanes Surya terus mencari anak-anak di beberapa daerah terpencil di Indonesia yang buta Matematika. Hal itu diwujudkannya dengan mendatangi salah satu daerah terpencil di Papua, yaitu Tolikara. Di daerah tersebut Yohanes Surya memilih secara acak 27 anak Papua di beberapa sekolah dasar yang memiliki kemampuan kurang untuk dilatih Matematika. Ketika itu, Yohanes yakin, anak-anak Papua memiliki kemampuan tak kalah dengan anak-anak di kota-kota besar jika diberikan kesempatan sama.

Dan hasilnya, “Selama bertahun-tahun mereka (anak Papua) sama sekali tak bisa menghitung 2+2 dan 3+2. Namun, sekarang tidak lebih dari satu tahun, mereka akan saya siapkan untuk menjadi juara olimpiade Matematika nanti,” ujarnya. Yohanes menyakini bahwa bila metode pembelajaran diberikan dengan baik, anak-anak itu pun bisa menyerap pelajaran secara baik. Selain itu, dia percaya anak-anak Papua memiliki kemampuan yang tidak kalah oleh siswa di Jawa atau daerah lain di Indonesia yang lebih maju, asalkan diberi kesempatan yang sama. Tak hanya itu, mereka juga dibekali kemampuan bahasa Inggris dan kepribadian. Anak-anak Papua tersebut juga diberi pelajaran computer dan juga character building.

Berkaca dari kehidupan anak-anak Papua yang dididik oleh Prof. Yohanes Surya, kita dapat mendapatkan makna yang berharga dalam hidup kita bahwa hidup kita akan menjadi lebih berharga dan bermakna jikalau terus kita kembangkan lagi dengan cara melatih diri kita dalam mempelajari segala sesuatu yang baik dan berguna bagi hidup kita. [*]

About these ads

One response to “Prof. Yohanes Surya dan Metode Belajar Fisika “Gasing”

  1. berjuanglah dgn segala kemampuan scr maksimal unt negeri ini, jangan pernah berhenti pada semua lini dan tatarannya masing-masing. semoga Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s